Kisruh Apartemen The Reiz Condo, Pemilik Minta Pengelola Transparan Terkait Iuran


303 view
Kisruh Apartemen The Reiz Condo, Pemilik Minta Pengelola Transparan Terkait Iuran
Foto Dok
The Reiz Condo (TRC)
Medan (SIB)
Terhitung sejak September 2021 telah terjadi dua kali keributan di apartemen The Reiz Condo (TRC) di Jalan Tembakau Deli Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat. Hal itu dipicu karena pihak pengelola yakni PT Waskita Karya Realty (PT WKR) memblokir akses lift bagi pemilik yang tidak membayar iuran pengelolaan sejak Juni 2021.

Menurut dua orang perwakilan puluhan pemilik apartemen, Jumat (17/9), latar belakang terjadi keributan karena akses kartu lift mereka diblokir pihak pengelola.

Pemilik apartemen TRC, Darwin dan Rahmad membenarkan pihaknya tidak lagi membayar iuran sejak Juni 2021 dengan alasan tidak membayar iuran karena terbitnya ketentuan PP No 13 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan rumah susun yang berlaku sejak Februari 2021. Dalam PP itu disebutkan apabila belum ada Akta Jual Beli (AJB) dan sertifikat belum diserahkan maka biaya pengelolaan ditanggung pengembang.

Disebutkan keduanya, pada pasal 82 ayat 6 tercantum, bahwa dalam hal pemilik belum memiliki bukti kepemilikan yakni akta jual beli dan SHM Sarusun dan SKBG Sarusun, maka biaya pengelolaan rumah susun ditanggung pelaku pembangunan.
"Kami kan belum diberikan bukti kepemilikan hingga saat ini. Padahal saya sudah melunasi 4 tahun lalu. Itu makanya iuran tidak lagi kami bayar sejak Juni 2021, terakhir kami bayar Mei 2021," terang Darwin.

Itu pun, sebutnya, pihaknya sebelumnya sudah menyurati sekaligus memberitahu melalui Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun The Reiz Condo (PPPSRS-TRC) pada 10 Mei 2021 telah menyurati pihak manajer proyek PT WKR Kusuma Jaya dan General Manager Harries Suguatso. Bahwa pemilik terhitung Juni 2021 tidak akan membayar iuran pengelolaan dengan alasan merujuk PP RI No 13 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan rumah susun.

Kendati demikian, dalam surat tersebut pemilik menyampaikan opsi lain, bersedia membayar tetapi minta transparansi keuangan penggunaan iuran yang dikutip dari pemilik. "Pemilik bersedia bayar bila pihak pengelola berkenan tranparansi pengeluaran dan pemasukan keuangan yang bersumber dari iuran," timpal Rahmat.

Ternyata surat pemilik tidak direspon dan tidak ditanggapi pihak PT WKR. Maka pemilik sepakat untuk tidak membayar iuran mulai Juni 2021. "Kami bersedia membayar apabila pengembang dan badan pengelola bersedia menunjukkan pengelolaan keuangan secara transparan, walaupun sudah ada PP13/2021," tambah Darwin lagi.

Padahal, pemilik sudah mulai melakukan pembayaran iuran pengelolaan sejak awal Tahun 2020 dan selama hampir dua tahun baik pengembang maupun badan pengelola tidak pernah memberikan pertanggung jawaban atas dana yang sudah mereka kumpulkan dari para pemilik.

Diharapkannya ada transparansi pengelolaan keuangan dan berkelanjutan, sehingga kericuhan yang sama tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Sementara itu, ketika wartawan mencoba konfirmasi terkait tuntutan transparansi keuangan oleh pemilik TRC kepada General Manager Harries Suguatso, Jumat (17/9) mengatakan, permintaan pemilik untuk transparansi penggunaan dana iuran sedang proses. Pihaknya tetap berupaya memberikan yang terbaik. Sedangkan terkait pemblokiran kartu lift karena pemilik tidak membayar. (A12/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com