Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Tekan Angka Stunting Menuju Indonesia Emas 2045


192 view
Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Tekan Angka Stunting Menuju Indonesia Emas 2045
Foto: SIB/Piktor Sinaga
Stunting : H Ansory Siregar Lc selaku Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Deputi Bidang Lalitbang BKKBN Prof M Rizal Martua Damanik, didampingi Direktur KIE BKKBN dan Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, pada sosialisasi program Bangga Kencana terkait penekanan angka stunting kepada masyarakat di Kota Binjai, Kamis (17/11).
Medan (SIB)
BKKBN jalankan mandat Presiden RI Joko Widodo untuk memimpin percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. Salah satunya melalui sosialisasi program Bangga Kencana terkait penekanan angka stunting kepada masyarakat di Kota Binjai bersama mitra kerja yakni Komisi IX DPR RI.

Bertempat di Gedung Meunasah Aceh Jl Cut Nyak Dien Kota Binjai, Rabu (17/11), kegiatan dihadiri H Ansory Siregar Lc selaku Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKS. Selain itu, hadir Deputi Bidang Lalitbang BKKBN yakni Prof drh M Rizal Martua Damanik, M Rep Sc PhD didampingi oleh Direktur KIE BKKBN dan Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, serta jajaran pejabat pemerintah daerah dan OPD KB Kota Binjai.

Dalam sambutannya, H Ansory Siregar Lc menyampaikan, Indonesia membutuhkan generasi yang tangguh, berkualitas, dan terhindar dari stunting. Terutama dalam menghadapi bonus demografis, di mana usia produktif dapat mencapai 70% dari jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2045.

Momen ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. "Sesuai dengan Mars KB harapannya anak-anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan kuat sehingga bisa menjadi generasi tangguh terutama menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.

Melanjutkan sambutan tersebut, Prof drh M Rizal Martua Damanik, M Rep Sc PhD mengajak peserta sosialisasi untuk turut serta dalam menekan angka stunting. Salah satunya dengan memberi jarak pada kehamilan. Dengan begitu kesempatan mendapat kasih sayang dan perhatian dalam pemenuhan gizi orangtua kepada anak akan lebih baik.

“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi yang berlangsung lama. Saat ini, Indonesia mengalami stunting sebanyak 27,7% yang artinya dari 100 ibu melahirkan, 27 bayinya mengalami stunting,” tambahnya.

Dikatakan, anak merupakan tanggung jawab orangtua, maka dari itu hendaknya setiap anak diberi asupan gizi yang baik sejak dalam masa kandungan, serta kurangi makanan instan yang mengandung penyedap seperti MSG dan pengawet.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti 160 peserta yang merupakan masyarakat Kota Binjai. Diharapkan setelahnya, peserta dapat menambah wawasan dalam pencegahan stunting sehingga tercipta generasi yang tangguh menuju Indonesia emas 2045. (A3/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com