Komnas Perlindungan Anak Ajak Boikot Tayangan Tentang Saipul Djamil


386 view
Komnas Perlindungan Anak Ajak Boikot Tayangan Tentang Saipul Djamil
Foto Istimewa
Arist Merdeka Sirait

Jakarta (harianSIB.com)

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyerukan agar semua lapisan masyarakat memboikot semua tayangan tentang Saipul Djamil. Komnas PA juga menyesalkan penyambutan kebebasan Saipul Djamil dari penjara yang dilakukan secara berlebihan dan melukai perasaan korban.


"Penyambutan kebebasan Saipul Djamil pelaku kejahatan seksual sodomi bak pahlawan, berlebihan, menyakiti korban dan tidak mendidik dan memalukan", ujar Ketua Kommas PA Arist Merdeka Sirait kepada jurnalis Koran SIB Josmar Naibaho di Jakarta, Awning (6/9/2021).


Dikatakan Arist, kejahatan seksual merupakan tindak pidana kejahatan yang serius dan tidak bisa ditoleransi oleh akal sehat manusia atau merupakan kejahatan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Pembebabasan Saipul Djamil yang disambut bak pahlawan, pemenang dan juara merupakan ekspos yang berlebihan dan melecehkan korban serta korban-korban kekerasan seksual lainnya dan juga para pegiatan perlindungan anak.


Atas alasan tersebut Komnas Perlindungan Anak meminta masyarakat untuk segera memboikot semua tayangan televisi dan media lainnya yang menyiarkan kegiatan Saipul Djamil. "Mematikan televisi yang menyiarkan acara Saipul Djamil", seru Arist.


Arist juga meminta dan mendesak Production House, televisi dan media sosial, YouTuber dan media online lainnya untuk tidak memberikan tempat bagi Saipul Djamil untuk menyiarkan dirinnya.


Lebih lanjut Arist meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bertindak tegas jika unsur unsur pidananya terpenuhi maka KPI bisa memberikan sanksi administratif, teguran bahkan mencabut ijin penyiaran.


Bagi para selebritas yang menyiapkan penyambutan kebebasan Saipul Djamil bak seorang juara serta televisi yang membuka ruang untuk tampilnya Saipul Djamil dihadapan publik untuk sementara tidak mengekspos berlebihan. Meningkat rating program boleh saja tapi perlu diperhatikan memenuhi unsur edukasi atau tidak, ujarnya.


Apa yang dilakukan Saipul Djamil dan para pendukungnya saat menyambut kebebasannya sangat memalukan, berlebihan dan tidak mendidik.


Karena hukuman bagi predator seksual sodomi merupakan kejahatan luar biasa dengan demikian pelaku kejahatan seksual sekalipun telah menjalani hukuman seyogiayanya tidak tampil dihadapan publik. (*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com