Komunitas Eco Enzyme Mebidang Tuang Cairan "Eco Enzyme" ke Sungai Bekala Pada Hari Bumi


190 view
(Foto SIB/Wilfrid)
TUANG : Komunitas  Eco  Enzyme  Mebidang tuang tuang  cairan  "Eco  Enzyme" ke Sungai  Bekala pada kegiatan  Aksi  Nyata  Peduli  Lingkungan  dalam  Rangka Hari Bumi 2021, Sabtu, (24/4)  di Kecamatan Medan Tuntungan.
Medan (harianSIB.com) -Komunitas Eco Enzyme Mebidang (Medan, Binjai dan Deli Serdang) tuang cairan Eco Enzyme ke Sungai Bekala pada kegiatan Aksi Nyata Peduli Lingkungan dalam Rangka Hari Bumi 2021, Sabtu, (24/4/2021) di kecamatan Medan Tuntungan.

Komunitas Eco Enzyme Medan-Binjai-Deli Serdang (Komunitas EE Mebidang) adalah suatu komunitas non komersial yang berlandaskan kesadaran akan kebutuhan untuk memelihara dan melestarikan lingkungan. Kegiatan utama komunitas adalah membuat dan mensosialisasikan eco enzyme sebagai cara untuk memulihkan 66 bumi sebagai penopang kehidupan. Motto komunitas adalah Bersama Kita Bisa.

Hari Bumi adalah acara tahunan pada tanggal 22 April untuk menunjukkan dukungan terhadap perlindungan lingkungan. Hari Bumi pertama kali diadakan pada 22 April 1970. Tema Hari Bumi 2021 adalah Pulihkan Bumi Kita. Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2021, Eco enzyme Medan Binjai Deli Serdang (Komunitas EE Mebidang) bekerjasama dengan Kecamatan Medan Tuntungan dan Kelurahan Mangga mengadakan kegiatan yang diberi tema Pulihkan Bumi, dengan penuangan cairan eco enzyme (EE) ke Sungai Bekala di Perumahan Simalingkar, Kelurahan Mangga, penyemprotan cairan EE di seputar area penuangan EE, penanaman 50 bibit pohon di bantaran Sungai Bekala, Kelurahan Mangga, menuangkan EE ke sungai yang akan mengalir menuju ke samudera luas akan memberikan efek yang baik bagi kehidupan biota laut.

Ketua EE Mebidang Edward MH Sijabat SSi menjelaskan Eco Enzyme adalah produk hasil fermentasi selama 3 bulan dari limbah dapur organik yang dicampur dengan gula dan air, dengan perbandingan berat gula:limbah organik:air sebesar 1:3:10. Warnanya coklat, memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat, dan memiliki banyak manfaat dikehidupan sehari-hari, seperti: menjadi karbol alami, sabun cuci, pupuk organik, pembersih alat dapur, pemurni udara, pereda infeksi dan alergi kulit, sebagai antiseptik bahkan ada pengalaman membantu mengeringkan luka pada orang yang menderita diabetes yang sudah divonis amputasi.

Eco Enzyme telah melewati proses penelitian lebih dari 30 tahun oleh Doktor Rosukon Poompanvong di Thailand dan dikembangkan oleh Doktor Joean Oon dari Malaysia ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.
Hadir pada acara itu Sekcam Medan Tuntungan.(*)

Penulis
: Wilfrid B Sinaga
Editor
: Robert/Eva R Pelawi
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com