Komunkolog Emrus Sihombing : Pegawai KPK Tidak Berhak Tunda Pelantikan Jadi ASN


162 view
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
KPK
Jakarta (harianSIB.com)

Pegawai KPK yang sudah memenuhi syarat atau lolos Test Wawasan Kebangsaan (TWK), harus menunjukkan sikap dan perilaku taat pimpinan. Jika pimpinan KPK sudah menetapkan pelantikan pegawai KPK menjadi ASN, Selasa, 1 Juni 2021, harus ditaati, tidak boleh meminta ditunda hanya karena alasan solidaritas kepada yang tidak memenuhi syarat (TMS) atau tidak lolos TWK.

Sebab, KPK bukan lembaga politik yang sifatnya bertukar kepentingan. Karena itu, pegawai KPK wajib taat pada keputusan pimpinan yang sudah dibuat secara kolektif kolegial oleh lima komisioner.

"Jika ada pegawai yang sudah MS tidak mengikuti pelantikan karena lebih memilih solider kepada teman yang TMS, itu artinya mereka tidak akan jadi ASN. Karena itu, lebih pas berada di luar KPK membentuk organisasi mantan pegawai KPK. Walaupun demikian, saya masih menduga akan lebih banyak atau bahkan semua pegawai MS mengikuti pelantikan," ujar Komunkolog Emrus Sihombing dalam keterangan tertulisnya yang diterima jurnalis Koran SIB Josmar Naibaho di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Emrus menegaskan, pegawai MS tidak punya hak menunda atau mempercepat pelantikan. Pegawai hanya patuh pada arahan, petunjuk, perintah pimpinan dan taat UU serta aturan. Jika tidak, jauh lebih baik mengundurkan diri saja dari KPK.

Bagi mereka yang tidak mau dilantik dengan alasan apapun itu merupakan sikap pembangkangan kepada pimpinan dan sekaligus mereka bukan ASN, sehingga tidak dapat melaksanakan tugas di KPK. Sebab, sesuai UU, pegawai KPK harus ASN agar pekerjaan legitimate.

Emrus mengimbau pegawai yang sudah MS harus bersedia dilantik menjadi ASN yang direncanakan besok, 1 Juni 2021. Jika tidak hadir pelantikan, peluang mereka jadi ASN hampir tidak ada lagi. Sebab, ada dua kemungkinan. Pertama, memang sudah tidak mau ASN. Kedua, mengajukan ke PTUN.

Emrus mendorong pelantikan harus tetap dilakukan sesuai jadwal. Negara harus berani ambil sikap tegas terhadap pegawai pembangkang. Masih banyak WNI yang berprestasi, jujur dan lebih berintegritas. (*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com