Kondisi Dua Jembatan di Desa Pematangtambun Raya Parah, Pengendara Mobil Takut Melintas


127 view
(Foto SIB/Roy Damanik)
JEMBATAN RUSAK: Fiser Hutabarat warga Kota Medan dengan terpaksa menumpukkan kayu di atas jembatan rusak parah yang berada tepat di tikungan/air terjun Sing Gor-gor Jalan Wisata di Desa Pematang Tambun Raya, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, agar mobilnya dapat melintas, Minggu (31/1).
Simalungun (SIB)
Seorang warga Kota Medan, Fiser Hutabarat (40) mengaku ketakutan ketika melintas 2 jembatan penghubung Jalan Wisata di Desa Pematangtambun Raya, Kecamatan Pamatangsidamanik, Kabupaten Simalungun yang rusak.

Diwawancarai wartawan di lokasi, Minggu (31/1) siang, Fiser mengaku sudah tiga kali berkunjung ke Desa Pematangtambun Raya. Pertama ia bersama kerabatnya datang sekitar 5 tahun lalu mengunjungi rumah keluarganya.

"Pertama kali saya datang mengendarai mobil. Tepat di tikungan/air terjun Sing Gor-gor terdapat jembatan yang terbuat dari kayu dan masih bisa dilintasi namun harus ekstra hati-hati. Di jembatan kedua tepatnya di Harbangan Saitni Huta, juga terbuat dari kayu broti dan juga tidak layak dilintasi oleh mobil," ungkapnya.

Untuk kedua kalinya datang ke lokasi sambung Fiser, pada bulan akhir Oktober 2020. Saat melintas di kedua jembatan itu justru semakin parah dan belum ada tindakan pemerintah setempat untuk memperbaikinya.

"Minggu (31/1) saya datang lagi ke Desa Pematangtambun Raya. Kondisi jembatan yang semakin parah. Tadi kayu-kayu itu sudah berserakan. Terpaksa saya dan para kerabat mengumpulkan banyak kayu agar bisa diletakkan di atas jembatan. Jujur, saya sangat ketakutan jika jembatan rubuh dan mobil masuk ke jurang," ujarnya.

Lanjutnya, walaupun kayu sudah ditumpukkan, mobil yang dibawanya tetap tidak bisa melintas lantaran kayu-kayu itu langsung berserakan. Mobil semakin sulit melintas ditambah jalanan berlumpur serta licin. Namun setelah berulang kali kayu diletakkan, akhirnya mobilnya berhasil melintas.

"Jika kondisi jembatan ini begini terus, tentunya masyarakat pendatang tidak akan mau datang lagi lantaran memiliki resiko besar. Apalagi 2 jembatan ini penghubung Jalan Wisata. Selain jembatan rusak, jalan sepanjang 5 Km yang menghubungkan 5 perkampungan itu juga tidak pernah diaspal sejak puluhan tahun. Jalan justru dipenuhi semak belukar," bebernya.(M16/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com