Konsolidasi di Simalungun, PGPI Pembaharuan Imbai Gereja Jangan Jadi Klaster Baru Covid-19


488 view
Konsolidasi di Simalungun, PGPI Pembaharuan Imbai Gereja Jangan Jadi Klaster Baru Covid-19
Foto: Dok/PGPI Pembaharuan SU
Konsolidasi PGPI Pembaharuan: Pengurus Perkumpulan Gerakan Pentakosta Indonesia Pembaharuan (PGPI-P) Simalungun yang terbentuk dalam konsolidasi. Kepengurusan Pdt Leo Tampubolon sebagai ketua, Sekretaris Pdt Anton PurbaSPdK dan Bendahara Pdt Rudi Batuara. 
Simalungun (SIB)
Perkumpulan Gerakan Pentakosta Indonesia Pembaharuan (PGPI-P) Sumatera Utara (SU) konsolidasi organisasi di Simalungun. Hasilnya, memilih Pdt Leo Tampubolon sebagai ketua PGPI Pembaharuan Simalungun didampingi Sekretaris Pdt Anton PurbaSPdK dan Bendahara Pdt Rudi Batuara. Bersama para pimpinan gereja lintasdenominasi itu ditetapkan sejumlah wakil pengurus harian dan biro-biro.

Sekretaris Presiden Perkumpulan Gerakan Pentakosta Indonesia Pembaharuan (PGPI-P) Sumatera Utara (SU) Pdm Krisman Saragih STh, Kamis (6/8) via seluler mengatakan hal tersebut. “Kemungkinan pengukuhannya diadakan pada pekan terakhir Agustus 2020. Waktunya disesuaikan dengan agenda PGPI Pembaharuan SU,” ujar Ketua Kaum Bapa Gereja Pentakosta Sumatera Utara (PGSU/ P) tersebut. “Setelah koordinasi dengan Ketua SU Pdt Max Jhon Tamuwu STh, pengukuhan diagendakan dihadiri pengurus harian. Acara itu dikaitkan silaturahim dengan pengurus PGPI Pembaharuan dari kabupaten kota di Sumut yang sudah definitif,” tambahnya.

Meneruskan pesan Pdt Max Jhon Tamuwu, Pdm Krisman Saragih mengatakan, PGPI Pembaharuan SU terus mengingatkan dan mengimbau pimpinan gereja dan jemaat harus mengindahkan protokol kesehatan. “Warga Kristen rindu beribadah seperti sedia kala tapi jangan sampai proses beribadah menjadi klaster baru Covid-19. Tuhan juga tidak merestui jika ibadah bersama menjadi sumber kekurangbaikan,” tegasnya.

Pdm Krisman Saragih meminta otoritas untuk tegas pada publik. Meski beribadah, jika tidak mengindahkan protokol kesehatan, harus ditertibkan. “Banyak cara beribadah konvensional dilakukan. Misalnya dengan pembatasan jemaat, atau bergilir beribadah. Dengan cara itu physical distancing terjamin. Seluruh jemaat pun harus bermasker,” tegasnya.

Menurutnya, hal serupa pun terus diingatkan Ketua Umum PGPI-P Pusat Pdt Dr Sherlina Kawilarang MBA yang menegaskan jemaat untuk menjadi bagian solusi pemecahan persoalan. “Soal Covid-19 persoalan serius yang dapat dipecahkan dengan kerja sama semua pihak,” ujarnya.

Sebelumnya, di Medan, didampingi Bendahara Pdp Aryo Darudjati SE dan sejumlah pendeta muda seperti Novelis Samuel T STh dan Pdm Hendro Simbolon MA, Pdm Krisman Saragih memastikan, bila pemerintah telah mengizinkan pertemuan massal maka PGPI Pembaharuan melakukan pertemuan nasional. Penegasan itu disampaikan Pdt Sherlina Kawilarang ketika mengukuhkan kepengurusan PGPI Pembaharuan Jakarta dengan Ketua Pdt Dr Josua Tewuh, Sekretaris Pdt Dr Robson Samosir dan Bendahara Pdt Johanes Santoso STh. “Seluruh tingkatan kepengurusan PGPI Pembaharuan melakukan konsolidasi tanpa massa. Di SU dengan kepengurusan di 9 kabupaten/kota dan menyusul untuk Nias Kepulauan, pun konsolidasi terbatas,” tutup Pdm Krisman Saragih. (R10/d)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com