Korupsi Dana Desa, Kades Perkebunan Sei Dadap Kabupaten Asahan Jalani Sidang Perdana di PN Medan


255 view
Korupsi Dana Desa, Kades Perkebunan Sei Dadap Kabupaten Asahan Jalani Sidang Perdana di PN Medan
Foto : Edi Wahyono/detikcom
Ilustrasi

Medan (SIB)


Kepala Desa (Kades) Perkebunan Sei Dadap I/II Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan, Yantono, didakwa melakukan korupsi penggunaan dana desa yang merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah.

Uang ratusan juta yang seharusnya digunakan untuk sejumlah pembangunan di desa itu, justru tidak direalisasikan dan pekerjaannya juga fiktif. Bahkan, sebagian uang dari anggaran dana desa digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadinya.

Jaksa penuntut umum (JPU) Christian Sinulingga, dalam dakwaan menguraikan, berawal pada Maret 2018, Bupati Asahan menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Pedoman Teknis Dana Desa Tahun Anggaran 2018 dan pada Lampiran Peraturan Bupati tersebut, Desa Perkebunan Sei Dadap I/ II Kecamatan Sei Dadap mendapat alokasi Dana Desa.

Dana tersebut, lalu dicairkan dalam beberapa kali tahapan melalui bank yang ditunjuk. Kemudian, anggaran tahun 2018, dialokasikan untuk kegiatan fisik pembangunan. Diantaranya, pembangunan drainase, pembangunan jalan rabat beton dan pembangunan tembok penahan tanah. Namun pada pelaksanaannya, Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang terdakwa tunjuk, tidak dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan.

"Terdakwa tidak jujur dan transparan dalam memberikan honor TPK, honor TPK Tahun 2018 yang terdakwa tunjuk tersebut seharusnya dibayarkan per titik kegiatan, namun honor yang terdawa serahkan kepada TPK Tahun 2018 tidak sama jumlahnya dengan yang tertulis pada Tanda Terima Honorarium yang ditandatangani oleh masing- masing TPK," kata JPU di hadapan Hakim Ketua Sarma Siregar, dalam persidangan di Ruang Cakra 9 PN Medan, Senin (17/10).

JPU melanjutkan, selain kegiatan pembangunan yang dibiayai dengan Dana Desa (DD), juga terdapat Kegiatan pembangunan Saung Posyandu dengan nilai kegiatan sebesar Rp27.175.200 yang bersumber dari ADD Tahun 2018, tetapi kegiatan tersebut tidak dikerjakan terdakwa/ fiktif, dan anggarannya telah digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadinya.

Selain itu, kata JPU, di tahun 2019, Desa Sei Dadap I, kembali menerima anggaran dana desa yang dialokasikan untuk pembangunan, yakni pembangunan rabat beton Jalan Mangga Dusun VI, pembangunan rabat beton Jalan Rambutan Dusun VI, pembangunan rabat beton Jalan Sawo Dusun VI, pembangunan Drainase Jalan Rambutan Dusun VI, pembangunan Drainase Jalan Lintas Dusun VI, pembangunan Drainase Jalan Mangga Dusun VI dan pembangunan tembok Penahan Tanah Jalan Mangga Dusun VI.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com