Korupsi Dana Desa, Pangulu Dolok Ulu Ditahan Kejari Simalungun


110 view
Korupsi Dana Desa, Pangulu Dolok Ulu Ditahan Kejari Simalungun
(Foto:SIB/Roida Siahaan)
Ditahan : Pangulu Dolok Ulu Suarjo no 2 (kiri) ditahan jaksa Kejari Simalungun, Senin (25/10). 
Simalungun (SIB)
Tim Jaksa Kejari Simalungun selaku eksekutor telah melakukan eksekusi terhadap Suarjo (48), Pangulu Dolok Ulu Senin (25/10) sekira pukul 18.00 wib. Suarjo datang memenuhi panggilan Jaksa terkait putusan banding No: 14/Pid.Sus-TP/2021/PT MDN.

Demikian dikatakan Kajari, Bobbi Sandri SH MH melalui Kasi Pidsus A Olodaiv Siagian SH MH kepada wartawan, sore itu usai eksekusi.

"Suarjo sudah kami eksekusi sesuai putusan banding, karena yang bersangkutan tidak mengajukan kontra memori kasasi," jelas Siagian.

Suarjo selama proses persidangan tidak pernah ditahan karena sudah mengembalikan kerugian negara senilai Rp.600.265.579. Meski sudah mengembalikan, tidak menghilangkan perbuatannya. Berdasarkan putusan hakim Pengadilan Tipikor di PN Medan, Suarjo dihukum 1 tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan.

Hakim pada tingkat banding memutuskan mengabulkan permohonan banding terdakwa dan JPU dan menguatkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Medan No: 70/Pid Sus-TPK/2020/PN Mdn. Demikian diputuskan hakim di tingkat banding pada Kamis, 15 Juli 2021, jelas Siagian.

"Pengembalian kerugian bukan menghapus perbuatan tetapi hanya meringankan pemidanaan. Apalagi pengembalian setelah terdakwa ditetapkan sebagai tersangka," jelas Siagian lagi.

Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 3 Jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selaku pangulu telah menerima Dana Desa tahun 2016 senilai Rp.600.265.579 melalui rekening Nagori Dolok Ulu. Lalu dicairkannya dalam 2 tahapan. Dana tersebut telah disalahgunakan terdakwa yang bertentangan dengan Permendagri No 113/2014 tentang pengelolaan Dana Desa dan Perbup Simalungun No.6/2016.

Kegiatan yang dilakukan antara lain, pelatihan masak masak, keterampilan salon/kecantikan dan kurus menjahit. Terdakwa membuat seluruh dokumen Pertanggungjawaban penggunaan dana desa Nagori Dolok Ulu tahun 2016, dan untuk tanda tangan TPK dan Bendahara adalah atas perintah terdakwa selaku pangulu.

Terdakwa juga mengakui membuat kwitansi pembelian sendiri yang dipalsukan. Juga membuat stempel toko yang palsu seolah olah benar dari toko tempat belanja barang.

Berdasarkan laporan ahli dari Inspektorat Daerah Kabupaten Simalungun sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Dana Desa Nagori Dolok Ulu Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran 2016 Nomor : 730/34/LHP/3.3/2018 tanggal 25 Oktober 2018 yang menyatakan dalam pengelolaan dan penggunaan dana desa tahun 2016, terdakwa selaku Pejabat Pangulu nagori Dolok Ulu tidak dapat mempertanggung-jawabkan penggunaan dana desa tahun 2016 Rp. 174.648.068.-dan menimbulkan kerugian keuangan negara.

Terpidana langsung dititipkan di Lapas Siantar untuk menjalani hukumannya. Sebelumnya, telah dilakukan swab kepadanya, sesuai prosedur memastikan jika yang bersangkutan negatif covid-19. (D2/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com