Kota Medan Level 2, Pemerintah dan Masyarakat Diminta Jangan Cepat Puas


259 view
Kota Medan Level 2, Pemerintah dan Masyarakat Diminta Jangan Cepat Puas
Foto Dok/Leo Bukit
Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD

Medan (harianSIB.com)

Kota Medan level 2 PPKM patut disyukuri, karena pada level ini mulai masuk fase normal. Hal itu dikatakan Praktisi Kesehatan Sumut Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD, Rabu (6/10/2021).

"Harus kita syukuri sebagai masyarakat Medan dengan harapan bahwa kita mulai masuk pada fase normal. Kita juga patut bersyukur usaha Pemko Medan berhasil menurunkan angka terpapar Covid-19 yang merupakan indikator turunnya ke level 2," katanya.


Ia juga menegaskan semua pihak, masyarakat, pemerintah, dan stakeholder harus bisa mempertahankan kondisi ini, sebab sebutnya penurunan level ini sewaktu-waktu bisa naik karena sifatnya adalah indikator.


"Justru itu, indikator ini memberikan signal apa yang harus kita lakukan. Jadi level itu bisa saja sewaktu-waktu menjadi naik kembali begitu angka Covid-19 naik, begitu angka Corona turun, level juga bisa turun. Jadi kita memang harus bisa memainkan peran sesuai dengan indikator tersebut. Artinya disini kita harus bisa melakukan mitigasi (upaya upaya mengeliminasi kejadian sebuah bencana)," ujarnya.


Ia mengatakan penurunan level itu jadikan sebuah pembelajaran, karena saat ini Medan sudah masuk kepada tahap ketangguhan yang merupakan situasi biasa naik turun-naik turun.

"Ini suatu kemajuan bagi usaha Kota Medan. Pemerintah masyarakat dan lainnya itu sudah baik melakukan fungsi koordinasi dalam hal penanganan Covid-19 di Kota Medan," ungkapnya.

Kemudian apakah layak Medan berada di level 2 PPKM, ia menjawab bahwa sebenarnya layak atau tidak layaknya itu sudah ditentukan dalam parameter. Jadi yang ditentukan pemerintah itu sebenarnya berdasarkan epidemi dimana Kota Medan sudah melewati indikator-indikator level dua sehingga masuk dalam level dua.

"Artinya pemerintah, masyarakat dan stakeholder jangan cepat puas dalam kondisi ini karena kita harus mencapai target vaksinasi 80 persen juga," tutupnya. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com