LAI Donasikan Ratusan Alkitab Braille kepada Anak Tuna Netra Yapentra


189 view
LAI Donasikan Ratusan Alkitab Braille kepada Anak Tuna Netra Yapentra
Foto: Dok/LAI
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) mendonasikan ratusan Alkitab braille kepada Anak Tuna Netra Yapentra, pada perayaan Natal bertema "Braille for Chirstmas", Kamis (2/12/2021).
Medan (harianSIB.com)

Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) mendonasikan sekira 200 kitab Injil berhuruf braille kepada Yayasan Pendidikan Tuna Netra (Yapentra) Tanjung Morawa, pada perayaan Natal bertema "Braille for Chirstmas", Kamis (2/12/2021).

Perayaan Natal berlangsung hikmat. Diisi berbagai acara yakni ibadah, nyanyian pujian Natal, pembacaan liturgi, drama audio, penyalaan lilin dan pameran lukisan dari anak-anak tuna netra Yapentra.

Turut hadir, Direktur Yapentra Jabes Silaban, Kepala Sekolah Yapentra Linda Hutagalung, Kawil LAI Rosida Dewi Barus, volunteer Romi Cami, perwakilan mitra PT Wings dan perwakilan yayasan Yapentra.

Rosida Dewi Barus mengatakan LAI mempunyai program Menggapai Hidupku, yakni program pengadaan Alkitab huruf braille khusus untuk anak disabilitas netra yang rindu firman Tuhan dapat membacanya.

"Kami berharap anak-anak disabilitas Yapentra dapat dibekali firman Tuhan dan dilatih agar memiliki skill tidak menjadi beban bagi keluarga. Tetapi mampu menjadi berkat bagi lingkungan dan gereja," ujarnya.

Selain di Medan, lanjut Dewi, program donasi serupa juga digelar LAI di berbagai daerah yakni, Salemba Raya Pusat, Manado, Makasar hingga Jayapura dalam acara bertema "Sesamaku Keluargaku".

"LAI menargetkan 2 ribu paket bantuan yang nantinya dibagikan ke daerah Sumatera, Sulawesi, Jawa, Kalimantan dan Papua. Sumbangan yang dikutip berasal dari hamba Tuhan sebesar 250 ribu rupiah per paket terdiri dari Alkitab dan sembako," paparnya.

Sedangkan untuk tahun 2022, LAI juga telah merencanakan memproduksi 155 Alkitab yang siap dibagikan kepada masyarakat tidak mampu dalam acara "Sahabat Alkitab Satu Dalam Kasih". Donasi dibutuhkan sebesar Rp95 ribu untuk 1 Alkitab.

Dewi berharap, umat Tuhan yang mendapat informasi program amal tersebut tergerak hatinya untuk ikut menyumbang dengan menghubungi perwakilan LAI di Medan di nomor 0812-6033-1366. Sumbangan tersebut nantinya diserahakan LAI kepada anak panti asuhan, anak jalanan dan pemulung agar dapat ikut bergembira merayakan kasih Natal melalui paket-paket yang diantarkan kepada mereka.

Sementara itu, Jasben Silaban mengucapkan terima kasih atas perhatian LAI. Pada momen perayaan Natal tesebut, dapat memberikan motivasi maupun semangat bagi anak-anak Yapentra.

"Seminggu sekali anak didik Yapentra akan dilatih untuk menghapal satu ayat dari Alkitab braille yang telah dibagikan. Sehingga, selain menghapal anak-anak dapat mencontoh hal baik di Alkitab yang dibacanya," harap Jasben.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi Romi dari volunteer asal Bandung yang berkolaborasi dengan Medan untuk melaksanakan Natal dengan penuh semangat melalui beragam kegiatan.
Tentunya sangat berarti bagi anak-anak dan dapat membangun kreativitas mereka.

Sedangkan sosok Romi yang berhasil menginisiasi program melukis pada anak-anak tuna netra, mendapat pujian banyak tamu lantaran berhasil membuat perayaan Natal tampak bersemangat sekaligus penuh kreativitas.

Romi dan kawan-kawan berhasil memperoleh beberapa hasil lukisan yang berseni baik dan sarat pesan penuh arti dari para anak tuna netra tersebut.

Meski mereka tidak bisa melihat, namun mereka mampu mengekspresikan perasaan hatinya melalui goresan cat di media lukisan.

"Dulu saya juga pernah membuat program melukis ini pada orang-orang gangguan jiwa. Program tersebut bernama Musik Painting. Mereka diperdengarkan sebuah alunan musik dan selanjutkan mengespresikan mood di hatinya setelah mendengar musik tersebut melalui media kanvas. Dan hasilnya sangat bagus," ungkapnya.

Selain melukis, Romi juga membuat program audio drama. Para anak-anak disabilitas ditugaskan sebagai story teller, membaca naskah secara braille dan merekam suara mereka melalui clip on mic yang dipasang. Setelah disatukan dan diedit diperoleh hasil urutan cerita drama audio bertema Natal yang diperdengarkan pada acara.

Romi mengatakan, jika mereka ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita semua punya kekurangan dan kelemahan. Tetapi kita juga punya kekuatan yang bahkan mampu menginspirasi dan menjadi berkat di sekitar kita maupun dunia. (*)

Penulis
: Donna Hutagalung/Rel
Editor
: Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com