Labfor Polda Sumut Cek TKP, Pelayanan RSU Kabanjahe Kembali Normal


177 view
Labfor Polda Sumut Cek TKP, Pelayanan RSU Kabanjahe Kembali Normal
Foto: SIB/Marlinto Sihotang
CEK TKP : Personel Bidang Labfor Polda Sumatera Utara bersama Unit Tipiter dan Inafis Polres Karo cek TKP kebakaran di RSU Kabanjahe, Selasa (29/11).

Kabanjahe (SIB)

Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sumatera Utara, Selasa (29/11) melakukan cek TKP di gedung RSU yang terbakar kemaren.

Tampak personel Bidlabfor melakukan serangkaian pengumpulan informasi, dengan melakukan pengecekan dan pemeriksaan di lokasi kebakaran. "Sedang olah TKP," ujar Kompol Rafles Tampubolon MSi yang memimpin cek TKP.

Rafles menyebut, pihaknya hadir ke RSU Kabanjahe sesuai permintaan Polres Karo untuk membantu penyidikan penyebab terjadinya kebakaran. "Segala informasi yang kami kumpulkan nantinya akan kami serahkan ke Polres Karo untuk membantu penyidikan. Hasilnya nanti ada di mereka," ujarnya.

KEMBALI NORMAL

Seperti diberitakan sebelumnya, pasien dan pegawai RSU Kabanjahe sempat panik dan berhamburan keluar usai mendengar red code (kode merah) dari pengeras suara. Red code itu memberitahukan bahwa adanya kebakaran di salah satu bagian ruangan RSU Kabanjahe.

Pantauan wartawan, pada Selasa (29/11) pelayanan hampir di seluruh bagian rumah sakit sudah berjalan normal. "Sudah normal. Kita sudah tangani dan terima pasien meski belum seperti sedia kala," ujar Direktur RSU dr Arjuna Wijaya Bangun SpP.

Ia membeberkan, bahwa musibah kebakaran kemaren terjadi secara cepat dan singkat. "Mendengar red code, seluruh APAR di seluruh ruangan kan dikerahkan ke titik yang terbakar, kemudian dalam waktu yang singkat pemadam juga langsung tiba di lokasi," ujarnya.

Ia menyebut, pada pukul 20.00 WIB atau sekitar 2 jam pasca kebakaran, jaringan arus listrik sudah normal dan menyala, sehingga tidak menggangu pelayanan. "Yang paling terimbas dari kebakaran adalah poli jantung, laboratorium, kamar operasi dan apotik karena dekat dengan lokasi kebakaran dan itupun sudah normal. Tadi sudah terima pasien kok," katanya.

Arjuna menegaskan, bahwa ruangan yang terbakar ini merupakan gudang logistik tempat perbekalan rumah sakit, seperti hand sanitizer, alat perawatan, sabun cuci dan detergen. Ada juga alkohol yang mudah terbakar. "Jadi informasi di medsos yang bilang ruangan yang terbakar itu ruang data atau ruangan tempat berkas sangat keliru. Itu asli gudang perlengkapan," tegasnya.

Ia juga mengurai, mengingat bagian bagian gedung RS terpisah dan terdiri dari beberapa gedung, sehingga pelayanan pasien rawat inap tidak terlalu terganggu sama sekali. (B1/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com