Larangan Mudik, Omzet Pengelola Wisata di Labusel Menurun


194 view
Larangan Mudik, Omzet Pengelola Wisata di Labusel Menurun
(Foto: Rudi Afandi Simbolon)
Pengunjung Menurun:Lokasi obyek wisata pandayangan indah di Desa Ulumahuam Kecamatan Silangkitang mengalami penurunan pengunjung, Minggu (16/5/2021). 
Silangkitang (harianSIB.com)
Larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H, yang dimulai sejak 6 Mei lalu, berdampak kepada penurunan omzet pengelola objek wisata di Kabupaten Labusel.

Kondisi itu seperti yang dirasakan pengelola Objek Wisata Alam Pandayangan Indah (Sampuran). Sejak hari pertama Idul Fitri 1442 H, Kamis (13/5/2021), jumlah pengunjung yang datang ke lokasi wisata pemandian alam dan air terjun yang terletak di Desa Ulu Mahuam, Kecamatan Silangkitang itu, jauh merosot dari tahun-tahun sebelumnya.

"Penurunannnya sangat drastis, jumlah kunjungan hanya mencapai 50 persen dari tahun sebelumnya. Nggak tahu apa penyebabnya, mungkin karena adanya larangan mudik," kata salah seorang pengelola objek wisata tersebut, Edi Pane kepada wartawan, Minggu (16/5/2021).

Dijelaskan, sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung per hari saat Idul Fitri mencapai 10 ribu hingga 15 orang. Namun kini kata dia, rata-rata hanya 1.000 hingga 2.000 an orang saja yang datang setiap harinya.

"Tahun ini pengunjung yang datang hanya warga Kabupaten Labusel. Padahal biasanya dari daerah lain seperti Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Paluta juga banyak. Bahkan cukup banyak warga Kota Medan dan daerah lainnya yang kebetulan berkunjung ke daerah ini berwisata ke sini," katanya.

Hal senada diutarakan Yudi, pengelola Waterpark Pesona Cikampak, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba. Menurutnya, Idul Fitri tahun lalu jumlah pengunjung yang datang ke tempat wisata berbasis air miliknya mencapai 500 an orang setiap hari.

"Tahun ini hanya berkisar 200 an orang per harinya. Kondisi ini merupakan dampak pandemi dan adanya larangan mudik," katanya.

Disebutkan, sebelum adanya larangan mudik, para pengelola wisata sebenarnya sudah terlebih dahulu terpukul oleh pandemi Covid-19 yang melanda, sejak Februari 2020 lalu. Kini kata dia, para pengelola wisata semakin menderita, karena minimnya pengunjung yang datang.

"Larangan mudik sangat berpengaruh terhadap pendapatan kami," katanya. (*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Robert/bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com