Mantan Ketua PWI Labura Mengaku Diteror OTK


225 view
Mantan Ketua PWI Labura Mengaku Diteror OTK
Net/harianSIB.com
Ilustrasi diteror OTK.
Labura (SIB)
Rifiq Syahri SH, wartawan salah satu media online di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengaku diteror orang tidak dikenal (OTK).
"Saya menerima pesan melalui chat WhatsApp, Minggu (12/11) sekira pukul 10.24 WIB. Isi pesan bernada tidak senonoh yang bertertuliskan sebutan binatang bahkan makian hingga ancaman," ujar Rifiq Syahril yang menceritakan hal tersebut kepada SIB, Senin (13/11).
Dikatakan, pengirim pesan tidak menampilkan foto profil namun pesan chat ancaman tersebut menyuruh dirinya datang ke SPBU Damuli dengan menulis kata-kata tidak senonoh.
Rifiq yang mantan Ketua PWI Kabupaten Labura itu menjelaskan, melalui media online tempatnya bekerja, belakangan ini dia menyoroti permainan mafia BBM di salah satu SPBU yang masih berproses hukum di Polres Labuhanbatu.
“Ya mungkin ada kaitannya dengan pemberitaan mafia BBM Solar di salah satu SPBU. Tapi bisa juga sebagai alibi si pelaku teror untuk memanfaatkan situasi, seolah-olah dilakukan teror berawal dari pemicu pemberitaan soal mafia BBM Solar Subsidi,” katanya.
Namun pesan chat WhatsApp si peneror ketika dibalas cuma terlihat centang satu. Hingga saat ini nomor tersebut ditelpon tak kunjung aktif, chat tidak memiliki foto profil, tapi tertera nama Roy FX.
“Chat WhatsApp si peneror saya balas, saya telpon juga tak aktif. Saya balas chat WhatsApp dengan santai sambil memberikan sticker tertawa,” kata Rifiq.
Rifiq mengakui, selain pemberitaan mafia BBM, belakangan ini ada beberapa berita yang dikritik, di antaranya tentang penyaluran Migas, termasuk sikap oknum pejabat Pemkab Labura yang arogan. Namun dia berkeyakinan si peneror itu terkait pemberitaan mafia.
“Terkait pemberitaan di media telah diatur oleh UU Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. UU tersebut juga mengatur kode etik jurnalistik. Jika ada yang keberatan terkait pemberitaan maka sesuai UU tentang Pers, media yang bersangkutan menyediakan Hak Jawab atau Bantahan Berita," terang Rifiq.
Ketika ditanya, apakah sudah membuat pengaduan ke Polres Labuhanbatu, Rifiq Syahri masih menunggu arahan pimpinan medianya. " Kita masih menunggu petunjuk dari Pemred bang," tandas Rifiq. (**)


Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com