Masa Pandemi Covid-19, Cakupan Imunisasi Anak di Medan Menurun


140 view
Foto Dok/Leo Bukit
dr Syamsul Nasution SpOG
Medan (harianSIB.com)

Sepanjang masa pandemi Covid-19, cakupan imunisasi pada anak di Medan mengalami penurunan selama tahun 2020 hingga saat ini.

Plt Kadis Kesehatan Medan, dr Syamsul Nasution mengaku terjadi penurunan cakupan imunisasi di Medan. Hal ini disebabkan karena masa pandemi, di mana masyarakat masih takut dan ragu membawa anaknya ke pelayanan-pelayanan imunisasi.

"Tapi bagi orang tua yang care dengan anaknya pasti tetap datang untuk melakukan imunisasi. Posyandu di Puskesmas memang sedikit berkurang, namun pelayanan Posyandu masih tetap jalan. Hanya saja animonya berkurang," kata dr Syamsul Nasution kepada wartawan di Medan, Senin (3/5/2021).

Ia juga mengatakan jika balita kita tidak diimunisasi dikhawatirkan akan timbul sejumlah gangguan kesehatan pada anak seperti menurunnya daya tahan tubuh. "Tapi di Medan ini tidak terlalu rendah penurunannya, masih lumayan animonya," ucapnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak takut untuk ke Puskesmas membawa balitanya dan tetap menggunakan protokol kesehatan (prokes). Apalagi para petugas di Posyandu katanya, tetap menggunakan APD level I. "Puskesmas dan rumah sakit di Medan siap melayani untuk layanan Posyandu," katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Puskesmas Bestari, Indra Gunawan. Ia mengatakan selama pandemi memang ada penurunan cakupan imunisasi balita. Namun ia berjanji segera mengejar target cakupan tahun ini.

"Tahun ini kita harusnya cakupan imunisasi mencapai 97%. Di 2019 cakupannya hampir 100%. Tapi memang selama masa pandemi di 2020, terjadi pembatasan-pembatasan dan terjadi penurunan. Contohnya pada bulan Mei tahun 2019, kita capai target cakupan mencapai 40%, sedangkan di bulan Mei 2021 ini, kita baru capai 30%," bebernya.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk mengejar agar target imunisasi di wilayahnya tercapai, pihaknya terus melakukan penyuluhan. Kemudian mengaktifkan kembali Posyandu balita dan memberi keyakinan ke warga khususnya ibu-ibu yang punya anak balita, petugas kesehatan itu tidak akan menularkan.

"Karena saat melayani, para petugas menggunakan APD lengkap sesuai arahan dari juknis Kemenkes. Selain karena pendemi, hambatannya tidak ada untuk melakukan imunisasi balita ini. Hanya di warga saja yang masih takut ke Puskesmas," akunya.

Sementara itu, ia menyebutkan imunisasi pada balita ini sangat penting, karena jika dilaksanakan penuh status imunisasinya, maka anak akan terlindungi dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Mulai dapat terhindar dari TBC, polio, difteri, tetanus, Hepatitis B, campak. Inikan, sebutnya merupakan penyakit berbahaya jika balita tidak diberikan kekebalan.

"Kita harapkan masyarakat kembali pulih keyakinannya membawa kembali balitanya ke Posyandu. Begitupun kalaupun tidak datang, pihaknya menyatakan tim Puskesmas yang akan mendatangi langsung ke rumah warga," tutupnya. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com