Masa Tanggap Darurat Erupsi Semeru Jadi 14 Hari Cari 9 Korban Hilang


243 view
Masa Tanggap Darurat Erupsi Semeru Jadi 14 Hari Cari 9 Korban Hilang
Foto: Dok. MIND ID
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12).  

Jakarta (SIB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menyatakan perpanjangan masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, menjadi 14 hari. Dia mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat tersebut untuk mencari korban hilang pascabencana.


"Hingga saat ini, korban meninggal 46 orang belum ada tambahan lagi. Kemudian 9 masih dinyatakan hilang dan ini kami tambah lagi tanggap daruratnya menjadi 14 hari untuk terus mencari 9 korban yang hilang ini," kata Suharyanto dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/12).


Sebagai informasi, masa tanggap darurat bencana merupakan periode penanganan bencana yang meliputi penyelamatan, evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, serta pemulihan prasarana dan sarana.


Suharyanto menuturkan, saat ini setidaknya 18 orang menderita luka berat akibat erupsi Gunung Semeru. Menurut dia, rata-rata korban mengalami luka bakar akibat terkena guguran lahar.


"Kemudian, 18 orang luka berat. Rata-rata luka bakar terkena lahar dan 12 orang mengalami luka ringan. Tanggap darurat sudah ditetapkan Bupati Lumajang, 4-17 Desember 2021," ujar dia.


Sementara itu, 12 orang menderita luka ringan. Suharyanto menyampaikan, merujuk pada catatan BNPB, sebanyak 9.374 warga masih mengungsi di 123 titik imbas erupsi Gunung Semeru.


"Pengungsi masih banyak terus dilaksanakan pendataan, jumlahnya sampai pagi ini 9.374 kami catat dan kami catat terus karena tersebar di 123 titik," lanjutnya.


Dia menyebutkan, titik pengungsian meliputi wilayah Kabupaten Lumajang, Malang, Probolinggo, Blitar, dan Jember.


Posko erupsi Gunung Semeru mengidentifikasi pos-pos pengungsian terpusat dengan jumlah penyintas besar yang berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Candipuro dengan delapan titik dengan jumlah total 3.538 jiwa, Pasirian enam titik dengan 2.081 jiwa dan Pronojiwo 4 titik 1.056 jiwa.


"Titik-titik pos pengungsian sisanya tersebar di sejumlah kawasan atau kecamatan lain di Kabupaten Lumajang," ujarnya. (detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com