Masalah Banjir Rob, Gubernur SU Kaji Masalah Keberadaan Warga dan Rob nya


127 view
Masalah Banjir Rob, Gubernur SU Kaji Masalah Keberadaan Warga dan Rob nya
(Foto: MNC Portal/Rusli HR)
Sejumlah anak bermain air saat banjir rob menerjang wilayah Belawan Medan, Selasa (30/3/2021). 
Medan (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan akan mengkaji langkah-langkah penanggulangan banjir rob di Medan Belawan. Edy mengatakan ada dua hal yang harus dikaji terkait hal itu.

"Salah satunya orang yang tinggal di situ, atau robnya yang datang dari laut, itu yang sedang kita pelajari," kata Edy di rumah dinas Gubernur Sumut Medan, Kamis (21/10).

Edy mengatakan banjir rob itu masuk dalam kategori bencana alam. Untuk itu, kata Edy banyak hal yang harus dikaji dalam menyelesaikan banjir itu. Edy mengatakan pada kondisi saat ini, satu-satunya cara untuk mengatasi rumah warga terdampak banjir rob adalah pembangunan tanggul. Tanggul itu harus dibangun sesuai dengan wilayah yang ada di sekitar perairan Belawan.

"Dia harus pasang tanggul, tanggul itu sepanjang Medan bagian utara. Ditanggul sehingga untuk menghambat air rob laut masuk ke pemukiman penduduk," katanya.

Edy mengatakan untuk pembangunan tanggul itu juga harus dikaji. Kajian dilakukan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam pembangunan tanggul. "Tapi itu pekerjaan siapa, provinsi kah, atau kerjaan pusat, nanti kita pelajari," jelasnya.

Sebelumnya aksi massa digelar FABB di depan kantor Wali Kota Medan, Senin (18/10) sore. Massa menyebut zona penyangga Medan Belawan telah berubah fungsi.Seperti diketahui, banjir rob sudah sering terjadi di wilayah Medan Belawan. Sejumlah warga Medan Belawan juga sempat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur untuk meminta penanganan banjir rob.

"Belawan itu adalah kota zona utama karena sumber perekonomian Sumut ada di situ, bahkan pintu masuk ekonomi Indonesia bagian barat. Kondisinya cukup memprihatinkan, karena rusaknya zona penyangga yang ada, yakni zona penyangga internal dan eksternal," kata koordinator aksi, Khairil.

"Zona penyangga internal itu ada di Kelurahan Pulau Sicanang, Bagan Deli, Belawan Bahari yang sudah beralih fungsi untuk tambak dan depo-depo. Sehingga tidak jelas batas wilayah-wilayah sepadan sungainya. Sementara zona penyangga eksternal itu masuk Deliserdang. Di situ beralih fungsi menjadi ratusan hektare kebun sawit dan pertambakan," imbuhnya.

Khairil berterima kasih pemerintah telah mengajukan detail engineering design (DED) ke Kementerian PUPR. Dia meminta secepatnya direstorasi agar warga tak terdampak banjir. (A13/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com