Massa MPW PP Sumut Datangi DPRD SU, Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf Secara Khusus

* DPRD SU Ingatkan Junimart Girsang Jangan Gegabah Lontarkan Pembubaran PP

246 view
Massa MPW PP Sumut Datangi DPRD SU, Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf Secara Khusus
Foto: SIB/Firdaus Peranginangin
SERAHKAN: Sekretaris MPW PP Sumut Ali M Madhy didampingi pengurus lainnya menyerahkan pernyataan sikap PP kepada Wakil Ketua DPRD Sumut H Harun Mustafa Nasution didampingi Wakil Ketua Dewan Irham Buana Nasution dan anggota dewan lainnya, Senin (29/11) di DPRD Sumut.
Medan (SIB)
Massa MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumut mendatangi DPRD Sumut, Senin (29/11) menuntut anggota DPR RI Junimart Girsang minta maaf secara khusus dan terbuka melalui media cetak, elektronik maupun online, atas pernyataannya yang telah melukai hati para kader dan pengurus PP.

Massa yang dipimpin Sekretaris MPW PP Sumut, Ali M Madhy didampingi pengurus akhirnya diterima Wakil Ketua DPRD Sumut Irham Buana Nasution, Harun Mustafa Nasution, anggota dewan Dhody Thaher dan Rusdi Lubis di ruang Banmus DPRD Sumut.

Menurut Ali M Madhy, Junimart Girsang harus meminta maaf secara khusus dan mengakui kesalahannya kepada PP. Jika yang bersangkutan belum juga memohon maaf, PP telah menyiapkan langkah-langkah selanjutnya.

Seperti diketahui, terjadinya perseteruan PP dengan Junimart berawal dari insiden bentrokan PP dengan Forum Betawi Rembug (FBR), yang berujung dengan keluarnya statemen Junimart agar Mendagri membubarkan keberadaan Ormas tersebut.

Menyikapi tuntutan massa PP tersebut, Irham Buana Nasution dan Harun Mustafa Nasution sangat sependapat, karena PP itu merupakan anak kandung rakyat yang sudah berbuat sejak Orde Lama, Orde Baru dan era reformasi saat ini, sehingga sangat tidak tepat jika ada yang ingin membubarkannya.

Gegabah
Bahkan anggota DPRD Sumut Dhody Thaher mengingatkan Junimart Girsang jangan gegabah melontarkan pembubaran PP dan menyarankan untuk belajar dan mengetahui sejarah berdirinya Ormas tersebut.

"Tolong pelajari dan hargai sejarah lahir dan terbentuknya PP yang sudah ada sejak tahun 1959, dan ini tidak bisa dilepaskan dari perjuangan bangsa," kata Dhody seraya mengapresiasi Ormas PP menyampaikan tuntutan secara santun kepada legislatif.

Dhody yang juga Ketua Komisi B ini menyebutkan, sejak lahir tahun 1959, PP telah mengarungi periodesasi dan telah melahirkan kader terbaik, dan ikut membangun bersama pemerintah dan masyarakat, sehingga peran Ormas PP tidak dapat dilepaskan dari sejarah bangsa dan pembangunan di negeri ini.

Karenanya, Dhody menyesalkan munculnya pernyataan yang dilontarkan Junimart dan telah menimbulkan kegaduhan. Tapi tetap berharap masalah ini dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana serta meminta masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi oleh hasutan. (A4/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com