Massa Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Labuhanbatu Lempari Polisi dengan Batu

* Kasat Intelkam Terluka, Sejumlah Mahasiswa Diamankan

171 view
Massa Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Labuhanbatu Lempari Polisi dengan Batu
Foto: Dok/Abi
RICUH: Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, berlangsung ricuh, Kamis (8/10/2020). Massa memaksa masuk ke halaman kantor DPRD, dihalau Wakapolres Kompol M Taufik dan anggota, hingga terjadi pelemparan botol air mineral dan puluhan batu ke arah polisi mengakibatkan polisi terluka, termasuk Kasat Intelkam AKP Hairun Edy Sidauruk. 
Rantauprapat (SIB)
Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Kabupaten Labuhanbatu, berlangsung ricuh, Kamis (8/10). Massa bahkan melempari batu ke arah polisi yang mengawal unjuk rasa tersebut.

Pantauan SIB di lokasi, sekira pukul 12.00 WIB, ratusan mahasiswa yang tadinya duduk berjajar mendengar keterangan dari pimpinan DPRD Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan beranjak berdiri dan berteriak: DPR goblok!

Awalnya, para mahasiswa meminta semua pimpinan DPRD Labuhanbatu hadir untuk menandatangani penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang telah disahkan pemerintah, Senin (5/10) malam. Namun Wakil Ketua DPRD itu mengatakan hanya dirinya yang hadir di hadapan massa dan 3 pimpinan bersedia menanda-tangani kesepakatan tersebut.

Mendengar itu, para mahasiswa berupaya memasuki halaman gedung DPRD di Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat itu. Spontan puluhan personel Polres Labuhanbatu menghadang massa. Aksi saling dorong pun terjadi.

Tiba-tiba puluhan botol air mineral beterbangan ke arah polisi, disusul lemparan batu ukuran kecil hingga sekepalan orang dewasa. Beberapa polisi terkena lemparan batu. Kasat Intelkam AKP Hairun Edy Sidauruk bahkan ikut terluka.

Ia membutuhkan perawatan, meski tidak harus opname, namun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Rantauprapat.
Batu-batu yang beterbangan juga kena ke sejumlah wartawan. "Saya juga kena lemparan batu. Ini kepala saya kena, tapi tidak sampai koyak," sebut seorang wartawan, menunjuk dahinya.

Melihat situasi ricuh, dengan sikap tegas, polisi anti huru-hara mengejar kumpulan mahasiswa yang anarkis. Mobil water canon kemudian menyemprotkan air ke arah massa mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa diamankan kepolisian. Sedangkan yang lain kabur meninggalkan lokasi unjuk rasa. Mahasiswa yang diamankan, antara lain Indra Gunawan, Reza Kurniawan, Olia Fahmi, Kendi, Al Fauzan, Robi Romansa, Edi Suprayogi, Joko Prianto dan Alvin.

Hingga pukul 12:20 WIB, mahasiswa bersih dari lokasi dan berkumpul di Masjid Raya Al-Ikhlas yang sekira 250 meter dari DPRD tersebut. (BR6/d)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com