Masyarakat Desa Ajimbelang Tanam Pohon Pisang di Badan Jalan

Tidak Ada Perhatian Pemkab Karo Terhadap Hancurnya Jalan Berastagi - Tigapanah

237 view
Masyarakat Desa Ajimbelang Tanam Pohon Pisang di Badan Jalan
(Foto Dok/Masyarakat)
Tanam Pisang:  Inilah kondisi jalan alternatif Kota Berastagi - Simpang Ujung Aji - Desa Ajisiempat tembus Tigapanah Kabupaten Karo (persisnya di Desa Ajimbelang) yang  kondisinya hancur-lebur dan saat ini sudah ditanam pisang oleh masyarakat, sebagai sikap protes terhadap Pemkab Karo, Rabu (18/5).

Medan (SIB)

Anggota DPRD Sumut, Salmon Sumihar Sagala mengatakan, akibat tidak adanya perhatian Pemkab Karo terhadap hancurnya jalan alternatif Kota Berastagi - Simpang Ujung Aji - Desa Ajisiempat tembus Tigapanah Kabupaten Karo (persisnya di Desa Ajimbelang Kecamatan Tigapanah), masyarakat menanam pohon pisang di badan jalan yang berlumpur.


"Kekecewaan masyarakat sudah pada titik klimaks, sehingga warga menanam pohon pisang di badan jalan yang sudah hancur, dengan tujuan agar menjadi perhatian Pemkab Karo Cq Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Karo segera melakukan perbaikan," ujar Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Rabu (18/5) melalui telepon dari Karo.


Aksi menanam pohon pisang di badan jalan yang dilakukan warga Desa Ajimbelang itu sempat menjadi viral di Medsos (Media Sosial), sehingga muncul berbagai tanggapan yang intinya memprotes Pemkab Karo Cq Dinas PUPR Karo yang kurang peduli terhadap keluhan masyarakat.


Menurut Salmon Sagala, pihaknya juga sudah berulang kali menyoroti hancur-leburnya jalan alternatif yang menghubungkan Kota Berastagi - Kecamatan Tigapanah, dengan melintasi 7 desa, yakni Desa Seberaya, Bertah, Kutajulu, Ajimbelang, Ajijahe, Ajibuhara, Desa Ajijulu tersebut, tapi belum juga ada tanda-tanda perbaikan.


Padahal, tegas politisi PDI Perjuangan Sumut ini, akibat kerusakan jalan dengan lubang yang dalam dan berlumpur ini, masyarakat sangat terganggu memasarkan hasil pertaniannya ke ibukota Kecamatan Tigapanah maupun Kota Berastagi, karena bus angkutan enggan mengangkut hasil-hasil pertanian masyarakat.


Perlu diketahui, tambah anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, jalan alternatif ini dulunya dibangun, guna mengantisipasi kemacetan di jalur utama Kota Berastagi - Kabanjahe (Jalan Jamin Ginting). Tapi, saat ini kondisinya sangat tidak layak dilintasi, karena mengalami kerusakan yang sangat parah.


Berkaitan dengan itu, Salmon Sagala sangat berharap kepada Pemkab Karo Cq Dinas PUPR Karo untuk segera melakukan perbaikan, guna menghindari terputusnya arus lalu-lintas dari kawasan tersebut. Jika tidak ada anggaran perbaikannya, sebaiknya untuk sementara dilakukan penimbunan dengan sirtu, agar tidak mengganggu masyarakat.


Diakui Salmon, jalan alternatif tersebut sudah lama tidak ada perawatan, sehingga drainase pun sudah tertutup dan ditumbuhi semak-belukar. Jika hujan turun, air tumpah ke badan jalan, seperti "menganak-sungai", sehingga perlu segera dilakukan perbaikan, untuk menghindari terputusnya jalan alternatif tersebut.(A4/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com