Masyarakat Silimakuta Berharap Tidak Ada Jual Beli Jabatan di Era Radiapoh-Zonny


196 view
Foto Dok
Radiapoh Hasiholan Sinaga/ H. Zoni  Waldi, S.Sos, MM
Simalungun (SIB) -Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi telah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun periode 2021-2024. Mereka dilantik Gubernur Sumut H Edi Rahmayadi di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumut pada 26 April 2021.

Masyarakat Silimakuta menyambut baik hal itu dan berharap kepada bupati dan wakil bupati yang dilantik tidak memperbolehkan jual beli jabatan di masa kepemimpinannya, demi mempercepat kemajuan Kabupaten Simalungun.

"Jika melakukan mutasi dan rotasi jabatan, tempatkanlah orang-orang yang bekerja profesional dan memiliki kinerja bagus dalam membangun 'Bumi Habonaron Do Bona'. Jangan karena uang," kata sejumlah warga Silimakuta, di antaranya Jeffry Purba dan Dapot Simarmata, Selasa (27/4) secara terpisah.

Menurut Jeffry, kalau ada orang yang menduduki jabatan karena uang, maka sangat berpengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat. Sebab, dia akan fokus mengembalikan uangnya dengan berbagai cara ketimbang menjalankan tugas-tugasnya.

"Karena itu, kami berharap di era kepemimpinan Radiapoh-Zonny, jika melakukan mutasi dan rotasi jabatan dilaksanakan berdasarkan prestasi kerja dan kompetensi masing-masing pegawai. Tidak ada istilah 'wani piro' atau 'uang pulsa', agar Simalungun semakin baik ke depannya," ujarnya.

Demikian juga dikatakan Dapot. Menurut dia, pelaksanaan lelang jabatan efektif menangkal berbagai praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Dengan proses lelang jabatan itu, praktik jual beli jabatan bisa dihilangkan.

"Lakukanlah lelang jabatan untuk menempatkan orang-orang yang menduduki jabatan strategis. Jangan karena ada uangnya. Begitu juga dengan calo yang mengaku bisa menempatkan jabatan strategis, segera bumihanguskan dari Simalungun ini. Karena hal itu merusak "Bumi Habonaron Do Bona," tegasnya.

Dikatakan, apabila masih ada pihak yang melakukan praktik jual beli jabatan, hal itu sangat memalukan dan menginginkan Kabupaten Simalungun rusak dan amburadul. Cara itu pun membuat citra kepemimpinan Radiapoh-Zonny Waldi buruk di mata masyarakat.

"Oleh karenanya, proses lelang jabatan merupakan cara efektif menghapus praktik jual beli jabatan. Dengan mekanisme itu, para pejabat tidak lagi mengandalkan kenalan atau uang untuk memperoleh jabatan, namun harus bersaing secara sehat dan meningkatkan performa kinerjanya," kata Dapot. (D5/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com