Medan Diperkirakan Peringkat 2 Kasus TB Terbanyak di Indonesia


212 view
(Foto harianSIB.com/Leo Bukit)
SAMBUTAN : Tokoh masyarakat Sumut Dr RE Nainggolan MM  memberikan kata sambutan pada pertemuan monitoring evaluasi RAD penanggulangan TBC dan rapat rencana kerja forum multi sektor penangggulangan TBC Kota Medan, di Aryaduta Medan, Rabu (28/4/2021). 
Medan (harianSIB.com) -Berdasarkan laporan WHO tahun 2020, Indonesia merupakan negara kedua dengan beban tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia setelah India dengan estimasi kasus 845.000 pertahun. Selain itu, 1 dari 10 negara yang berkontribusi terhadap 77% kesenjangan secara global antara estimasi kasus TB resisten obat (TB-RO) dengan cakupan angka kasus TB-RO yang memulai pengobatan lini kedua.

"Mirisnya, Kota Medan diperkirakan nomor 2 kasus TB terbanyak di Indonesia. Urutan pertama Jakarta, ketiga Bogor, dan keempat Surabaya," kata tokoh masyarakat Sumut, Dr RE Nainggolan MM pada pertemuan monitoring evaluasi Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan TBC dan rapat rencana kerja forum multi sektor penangggulangan TBC Kota Medan, di Aryaduta Medan, Rabu (28/4/2021).

RE Nainggolan membeberkan sampai sekarang juga belum ada satupun surat keputusan dari Wali Kota Kota Medan untuk membentuk tim multi sektor penangggulangan TBC Kota Medan.

"Saya berharap wali kota memberikan perhatian yang sangat besar buat kesehatan. Kita sadar dan tahu saat ini pandemi Covid-19, tapi pemerintah tidak boleh melupakan penyakit menular lainnya di lingkungan masyarakat," katanya.

Mantan Sekda Sumut ini mengaku penyakit TB adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Meski demikian, ia mengapresiasi Yayasan KNCV Indonesia (YKI) melakukan pertemuan dengan Dinas Kesehatan Medan dan mitra kerja lainnya guna membahas kasus TB.

"Kita tahu persis penyakit TB di Indonesia nomor 2 terbesar di dunia, yang pertama India. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan peraturan agar semua daerah membentuk satu forum multi sektor dalam rangka menanggulangi penyakit TB. Forum multi sektor ini juga membuat rencana anggaran daerahnya agar demikian kasus TB ini ditangani dengan baik," ujarnya.

Terkait pernyataan itu, Kepala Dinas Kesehatan Medan melalui Kasie Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Medan Edy Yusuf membenarkannya. "Memang benar Kota Medan peringkat 2 kasus TB terbanyak di Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan penanggulangan TB di Medan hingga saat ini dibebankan dengan pekerjaan rumah (PR). Hal itu dikarenakan target di 2020 dari kementerian sebanyak 18.000 kasus baru TB tidak tercapai, sementara pencapaian yang didapatkan hanya 5.000 kasus baru. Disinggung penyebab target tidak tercapai, ia mengatakan karena pandemi Covid-19, sehingga sulit melakukan tatap muka dengan masyarakat.

"Pandemi ini menjadi rintangan bagi kami, sehingga penemuan kasus di 2020 itu sangat sedikit atau sekitar 27% dari target 18.000 kasus. Sedangkan penemuan kasus baru TB di Medan tahun 2021, baru mencapai 10% (lebih kurang 1000 kasus) dari target 18.000 kasus. Kita butuh bantuan lintas sektor terkait yaitu pihak swasta, OPD, dan faskes," sebutnya.

Disinggung lagi mengenai surat keputusan forum multi sektor penanggulangan TBC Kota Medan, ia mengaku saat ini pihaknya sedang menyusun tim forum tersebut sekaligus SK yang akan ditandatangani Wali Kota Medan Bobby Nasution. "Kita harapkan pak wali kota mendukung program ini dan meneken SK tim forum itu," harapnya.

Tampak hadir pada pertemuan itu, Koordinator Bidang Pemerintahan YKI Pusat dr Wera Damianus MM, Technical Officer YKI Sumut dr Eva Oktavia K Simatupang, Plt Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Syamsul Nasution, SpOG, Kabid P2P Dinkes Medan dr Muthia Nimphar MARS, perwakilan Dinkes Sumut, Bappeda Medan, Dinsos Medan, Dinas Pendidikan Medan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Medan.

Kemudian, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Medan, instalasi Farmasi Medan, Pesat Medan, Perdhaki Medan, Konsorsium Penabulu STPI-YMMA, TP PKK Medan, Bank Sumut, Kadin, Lions Club, Harley Davidson Club Indonesia, BPJS Kesehatan Medan, FK USU, KOPI TB Medan, tim ahli klinis TBC resisten obat RSUP H Adam Malik.(*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Donna Hutagalung
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com