Jumat, 24 Mei 2024 WIB

Memasuki Bulan Ramadan, Pemko Tebingtinggi Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

Redaksi - Senin, 20 Maret 2023 19:19 WIB
203 view
Memasuki Bulan Ramadan, Pemko Tebingtinggi Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Foto: harianSIB.com/ Japet Arki Bangun
TINJAU PPH: Plt Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi, Bambang Sudaryono meninjau Pasar Pengendalian Harga (PPH) menjelang Ramadan, Senin (20/3/2023), di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo. 
Tebingtinggi (harianSIB.com)

Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

"Kita akan memasuki bulan Ramadan, harga kebutuhan pokok harus dijaga. Untuk itu, Dinas Perdagangan bersama Perum Bulog Kantor Cabang Medan kembali menggelar Pasar Pengendalian Harga (PPH)," kata Plt Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi, Bambang Sudaryono kepada wartawan, Senin (20/3/2023), di Lapangan Merdeka Tebingtinggi, Jalan Sutomo.

Bambang melanjutkan, dengan adanya pasar murah, pasar bersubsidi untuk masyarakat ini dapat menjaga kestabilan harga sekaligus untuk mencegah inflasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Zahidin menyampaikan PPH menjelang Ramadan diadakan selama 2 hari, 20-21 Maret 2023, di Lapangan Merdeka.

Bahan pangan yang disediakan hari ini, Senin (20/3/2023), adalah beras medium sekitar 10 ton, beras premium 500 Kg, gula 500 Kg dan minyak goreng 1500 liter.

Dikatakanya, harga di PPH relatif murah dan harapannya harga-harga bahan pokok dapat kembali stabil.

Harga yang ditawarkan untuk beras medium 45.000/5 kg, beras premium 65.000/kg, gula 13.500/kg dan minyak goreng 13.500/liter. (*)




Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Komfercab DPC GAMKI Labusel, Zeirlinto Simanjuntak Terpilih Secara Aklamasi
Mengejutkan! Ribuan Karyawan TikTok akan di-PHK
Bank Sumut Luncurkan Program GeTaPin
Bus Bintang Utara Laga Kambing di Jalinsum Bunut, 2 Tewas
Perayaan Waisak, Polres Belawan Laksanakan Patroli Pengamanan Vihara
Pengacara Kondang Kamaruddin Simanjuntak Cerita Carut Marut Penegakan Hukum
komentar
beritaTerbaru