Mendekati Bulan Puasa, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Labusel Mulai Mahal


203 view
Mendekati Bulan Puasa, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Labusel Mulai Mahal
Foto: Internet
Ilustrasi.

Kotapinang (harianSIB.com)


Menjelang bulan puasa Ramadan, harga berbagai kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Labusel mulai mahal.


Berdasarkan pengamatan wartawan di Pasar Inpres Kotapinang, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Selasa (15/3/2022), sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan di antaranya, cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang, dan lain-lain. Kenaikan harga berkisar 40 persen, bahkan 60 persen dari harga biasa.


Seperti cabai merah misalnya, saat ini dibandrol pedagang seharga Rp58 ribu hingga Rp60 ribu per Kg, biasanya hanya berkisar Rp 40 ribu per Kg. Harga tomat juga mengalami kenaikan cukup drastis, yakni Rp16 ribu per Kg, padahal sebelumnya Rp10 ribu per Kg.


Selain cabai dan tomat, harga lainnya yang ikut mengalami kenaikan yakni, bawang merah Rp18 ribu per Kg, cabai rawit Rp40 ribu per Kg, bawang putih Rp20 ribuan per Kg. Sementara itu telur juga mengalami kenaikan menjadi Rp36 ribu per papan, dari sebelumnya Rp32 ribu per papan.


"Sudah seminggu ini harga-harga di pasar naik. Mungkin karena mau bulan puasa," kata Erni Siregar (41) ibu rumah tangga warga Lingkungan Labuhan, Kelurahan Kotapinang.


Meski demikian, ditengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, saat ini minyak goreng sudah mulai banyak di pasaran. Meskipun harganya masih dibandrol pedagang Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per liter.


"Lumayanlah, saat ini minyak goreng sudah ada di grosir-grosir, meski harganya belum Rp14 ribu per liter seperti yang ditetapkan pemerintah," kata Herlina (39) warga Lingkungan Bedagai, Kelurahan Kotapinang.


Kepala Dinas Perindustrian, Perdangan, dan Koperasi-UKM Pemkab Labusel, Junjung Harahap yang dikonfirmasi mengakui adanya kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Namun kata dia, kenaikan tersebut lebih disebabkan tingginya permintaan, bukan karena adanya penimbunan.


"Kami sudah melakukan monitoring, memang ada kenaikan. Mengenai minyak goreng, kami sudah mengajak sejumlah perusahaan untuk menggelar pasar murah," katanya. (*)


Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com