Minat Program PPS DJP di Pematangsiantar dan Simalungun Meningkat


181 view
Minat Program PPS DJP di Pematangsiantar dan Simalungun Meningkat
Foto: Internet
Logo Program Pengungkapan Sukarela.

Pematamgsiantar (SIB)

Menjelang batas akhir pemanfaatan fasilitas Program Pengungkapan Sukarela Direktorat Jenderal Pajak (PPS-DJP) pada akhir Juni 2022, terlihat antusias masyarakat yang terus meningkat memanfaatkan program tersebut.


Kepala kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pematangsiantar M Faisal Artjan PhD dalam siaran pers yang diterima SIB, Minggu (26/6) mengatakan, hingga Jumat (24/6), jumlah Wajib Pajak yang telah mengikuti program PPS sebanyak 783 orang, baik melalui kebijakan I maupun II. Jumlah WP tersebut tercatat terbanyak untuk wilayah Kanwil DJP Sumatera Utara II.


Untuk total nilai PPh yang telah diterima dari program PPS tersebut sebesar Rp 109.010.898.737. Nilai pemasukan negara dari PPS tersebut tercatat sebesar 16.83 persen dari total penerimaan KPP sebesar Rp 647.528.843.368. Sementara secara nasional, penerimaan PPh dari program PPS telah mencapai sebesar Rp 30.5 triliun, angka yang cukup signifikan bagi penambahan pundi kas negara.


Peningkatan minat masyarakat tersebut, tidak terlepas dari upaya sosialisasi yang gencar dilakukan secara daring maupun langsung bersama antara Kantor Pajak, Kanwil Pajak, pihak perbankan, tokoh masyarakat dan wajib pajak serta konsultan pajak untuk segera memanfaatkan fasilitas PPS. Dalam rilisnya, Faisal juga menambahkan saat ini Kantor Pajak Siantar sudah banyak menerima data pihak lain (perbankan/lembaga keuangan, kementerian dan instansi lain) sekitar 15 ribu data melalui sistem informasi perpajakan terkait dengan harta yang dimiliki oleh Wajib Pajak.


Sejumlah Wajib Pajak juga telah menerima notifikasi melalu email maupun surat himbauan terkait data aset yang masih selisih belum masuk dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Untuk itu disarankan apabila , masih ada harta yang belum dilaporkan dalam SPT, untuk segera memanfaatkan PPS secara self assessment, guna memperoleh keuntungan tarif yang lebih rendah dibandingkan tarif normal sesuai Pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan. Program PPS sendiri akan berakhir pada 30 Juni 2022 dan terlihat sepertinya antusiasme akan terus berlanjut. (D3/Rel/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com