Moderamen GBKP Kecam Keras Ledakan Bom di Depan Gereja Katedral Makassar

* Laporan Theopilus Sinulaki, jurnalis hariansib.com

320 view
Moderamen GBKP Kecam Keras Ledakan Bom di Depan Gereja Katedral Makassar
Foto Dok
Pdt Rehpelita Ginting

Karo (SIB)

Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) sekitar pukul 10.28 Wita.

"Kita kembali berduka atas persitiwa ledakan bom di depan geraja Katedral Makassar saat umat kristiani sedang melakukan ibadah," ujar Pdt Reheplita Gunting STh MMin, selaku Sekretaris Umum Moderamen GBKP kepada wartawan melalui pesan WatsApp, Minggu (28/3).

Katanya, peristiwa ini menunjukan masih ada oknum atau kelompok yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Kita percaya jika pemahaman manusia yang beragama benar, maka kemungkinan besar dia tidak akan melakukan tindakan hal seperti itu, sebab tindakan ini sangat mencederai pemahaman beragama dan juga kemanusiaan.

"Jika benar merupakan teror, maka aksi ini adalah upaya untuk menjadikan orang takut dalam beragama dan menjalankan ibadahnya. Dalam persfektif lebih luas, ini sebuah upaya untuk mengusik persatuan dan kesatuan bangsa dalam toleransi beragama," ungkapnya.

Menyikapi kejadian ini, Pdt Rehpelita menduga pelaku peledakan bom ini menginginkan ada ketakutan dan saling curiga di tengah masyarakat . Karena itu, kita harus bijaksana untuk tidak memposting dan menyebar luaskan peristiwa ini di media sosial, karena itulah yang diinginkan oleh pelakunya.

"Kita sangat nenyayangkan tindakan ini, sebab di tengah kita menghadapi pandemi Covid-19, justru solidaritas dan kasih sayang kemanusiaan yang seharus kita tumbuhkan dan kedepankan. Termasuk, moderasi beragama yang sedang gencar kita kembangkan saat ini, sedang diuji," ujarnya.

Sekretaris Moderamen berharap agar masyarakat di Makassar khususnya dan seluruh Indonesia, untuk tidak terpancing dan takut menghadapi situasi ini. Kita harus melihat masalah ini sebagai persoalan kita bersama. Segenap masyarakat hendaknya bergandengan tangan memperkuat persatuan dan kesatuan kita. Sebab tindakan yang sama juga bisa dilakukannya pada rumah ibadah lainnya sehingga kita terprovokasi, terpancing serta saling mencurigai.

"Kita percaya, aparat penegak hukum akan segera mengungkap masalah ini dengan baik, serta para korban kita doakan agar tetap tabah dan kuat. Semoga peristiwa ini membangkitkan semangat nasionalis dan kebangsaan kita untuk bersama-sama menjaga bangsa dan negara dari tindakan radikalisme dan intoleransi," harapnya. (c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com