Mudik Dilarang, Pengusaha Angkutan di Labusel Mengeluh


177 view
(Yogi Faisal)
Ilustrasi Mudik Dilarang, Bus Antar Kota dan Provinsi  Setop Operasi 
Kotapinang (SIB) -Kebijakan pemerintah melarang mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H untuk mencegah penyebaran gelombang ketiga Covid-19, membuat pengusaha angkutan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, mengeluh.

Bagaimana tidak, momen Idul Fitri yang biasanya omzet pengusaha angkutan meningkat karena banyaknya penumpang, kini menurun drastis. Sementara, mereka tetap harus membayar pajak, gaji sopir dan para karyawan.

"Biasanya menjelang Idul Fitri jumlah penumpang melonjak, namun dengan adanya larangan mudik ini, angkutan sepi. Pendapatan merosot, sementara kami harus membayar pajak, gaji karyawan hingga cicilan kendaraan," kata Mandor Oto Bus PT Chandra, Muhammad Pane kepada wartawan, Kamis (29/4) seperti dilansir dari hariansib.com.

Dikatakan, kondisi tersebut sudah dua kali dirasakan pengusaha angkutan, yakni Idul Fitri tahun lalu dan tahun ini. Menurutnya, kebijakan tersebut dirasakan sangat memberatkan, apalagi selama pandemi Covid-19 jumlah penumpang jauh menurun.

Hal senada dikeluhkan Mandor Oto Bus PT Kotapinang Baru, Bakti Sitanggang. Menurutnya, pengusaha angkutan darat di Kabupaten Labusel, terus merugi sejak pandemi Covid-19 merebak.

Apalagi dengan larangan mudik yang akan diterapkan, pada 6-17 Mei 2021, mereka mengalami kerugian hingga 50 persen, karena sebagian armada tidak beroperasi. Menurutnya, banyak juga yang sudah mengeluh rugi.

"Maunya ada solusi dari pemerintah, sehingga pekerja armada tidak menjadi korban akibat kebijakan tersebut," katanya. (SS18/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com