Parlindungan Sipahutar Sosialisasikan Perda MDTA

Murid Sekolah SD Beragama Islam Wajib Belajar Madrasah


143 view
(Foto SIB/Horas Pasaribu)
BINGKISAN : Anggota DPRD Medan Fraksi P Demokrat, Parlindungan Sipahutar menyerahkan bingkisan kepada Lurah Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung Muktar Lubis pada pelaksanaan Sosialisasi Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang wajib belajar Madrasah Diniyah Takmaliyah Awaliyah, Minggu (25/4) di Jalan Bersama, Gang Nusa Indah, Lingkungan IX, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung. 
Medan (SIB) -Anggota DPRD Medan Parlindungan Sipahutar SH MH menyosialisasikan Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang wajib belajar Madrasah Diniyah Takmaliyah Awaliyah (MDTA), Minggu (25/4) di Jalan Bersama, Gang Nusa Indah, Lingkungan IX, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung.

Hadir pada Sosialisasi Perda (Sosperda) Agus Maryono mewakili Kabag Agama, mewakili Camat Medan Tembung Renaldi Zuhri S.Sos (Kasi Kesos) dan Lurah Bandar Selamat Muktar Lubis. Parlindungan mengatakan, Perda ini mengatur tentang program kegiatan wajib belajar MDTA kepada anak-anak sekolah dasar Kelas III yang beragama Islam di sekolah umum.

“Begitu tamat nanti sekolah dasar, mereka mendapat sertifikat, selain ijazah umum secara akademik juga sertifikat Madrasah. Itu salah satu syarat masuk SMP, sehingga anak-anak yang tamat SD wajib memiliki sertifikat MDTA. Perda MDTA ini diterapkan di sekolah-sekolah umum yang tidak ada pendidikan Madrasahnya,” kata Parlindungan.

Menurut politisi P Demokrat ini, meski Perda MDTA ini sudah disahkan DPRD Medan bersama Pemko tahun 2014, tapi Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait Perda ini belum diterbitkan. Tapi kata Parlindungan, meski Perwalnya belum terbit, tapi perda ini sudah perlu diketahui masyarakat Kota Medan bahwa Medan memiliki Perda MDTA.

“Kita harus menyosialisasikannya agar sekolah-sekolah dasar umum bersiap menyediakan perangkatnya. Kurikulum MDTA merupakan kegiatan belajar mengajar untuk tujuan penyelenggaraan pendidikan non formal. Belajarnya selama 4 tahun, mulai kelas 3 belajar Madrasah di luar sekolah formal. Bagaimana cara belajar MDTA ini nanti, apakah di luar jam belajar, itu nanti petunjuk teknisnya ada pada Perwal,” terangnya.

Sementara Agus Maryono dari Bagian Agama Pemko Medan yang hadir pada Sosperda itu mengatakan, Perwal tentang perda MDTA ini pembahasannya sudah berada di Bagian Hukum Pemko. “Pokoknya masih dalam proses, sekarang masih berada di Bagian Hukum, nanti mereka memfinalkannya bersama wali kota, mudah-mudahan selesai tahun ini,” kata Agus. (A8/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com