Bersedia Jadi Pembina PBI Sumut

Nawal Lubis Minta PBI Ikut Promosikan Songket Batubara dan Batik Gorga Batak


201 view
Foto SIB/Dok PBI Sumut
BERKEBAYA: Ketua tim penggerak PKK Pemrov Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi foto bersama pengurus Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Sumut usai beraudiensi, Sabtu (17/4) di depan rumah dinas Gubernur (Gubernuran) Jalan Sudirman, Medan.
Medan (SIB)
Ketua Tim Penggerak PKK Pemrov Sumut Hj Nawal Lubis Edy Rahmayadi bersedia menjadi Pembina Pengurus Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Sumut. Kesediaan tersebut diungkapkannya ketika menerima audiensi pengurus PBI Sumut, Sabtu (17/4) di aula rumah dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman, Medan. Para pengurus PBI Sumut tampil dengan mengenakan kebaya dengan berbagai corak.

Audiensi PBI Sumut dipimpin Ketuanya Dra Syafitra Elisabeth Tambunan MM, Wakil Ketua Dr Ir Charloq MP, Sekretaris Siska Munthe SE, Wakil Sekretaris: Sunaria Sinabutar, Galina Tamara. Bendahara Netty Simbolon, Wakil Bendahara: Lina Sianturi, Chaterin. Bidang Sosial Budaya and Art Fashion, kordinator Dra Rithaony Hutajulu MA. Anggota: Lina Damanik, Sharton Siregar, Rayfa Qadra, Aina Aulia Widiastuti, Anita Sere Simanjuntak, Vera Manullang, Yenti Lim. Bidang Hubungan Masyarakat. Kordinator: Cici Tjong A Fie, Inging, Meika Anjani Saragih, Maria Christina Sibuea, Romauli Simanungkalit. Bidang Kesehatan, Kordinator dr Merry Pamudji, dr Widya Gabriella Manurung.

Nawal mengatakan, kebaya di Sumut banyak dari batik padahal bisa juga dibuat dari songket. Mumpung Sumut sedang menggalakkan UMKM, alangkah baiknya kaum ibu bisa memakai songket Batubara dan Batak yang cantik-cantik. Pada perlombaan kain tradisonal nusantara (Wastra) yang digelar Nawal Lubis, juaranya adalah Humbang Hasundutan. Juara II Tapanuli Utara dan juara III Batubara.”Sangat cantik-cantik songket mereka, batik lokal juga bagus-bagus seperti batik gorga cantik saya lihat. Saya sudah pakai batik gorga Batak, orang nanyain belinya di mana,” kata Nawal kepada pengurus PBI Sumut.

Menurut dia, alangkah baiknya menaikkan kain-kain yang ada di Sumut terlebih di masa pandemi ini bisa membantu para pengrajin karena mereka sekarang sedang kesulitan. Para ibu bisa membudayakan kain lokal, tidak hanya di pesta pernikahan dan acara lainnya. “Kain lokal kita semuanya cantik-cantik, sangat baik kita pakai, daripada memakai pakaian yang aneh-aneh. Saya mengapresiasi kegiatan ibu-ibu PBI, insayallah saya bisa menjadi Pembina,” ucap Nawal disambut gembira para pengurus PBI Sumut.

Dikatakan istri Gubernur Edy Rahmayadi itu, bulan September di Rumah Karya Jakarta akan diadakan pameran destinasi setiap provinsi. Nawal akan membawakan 7 destinasi Sumut, tapi yang diutamakan adalah destinasi Danau Toba. “Walaupun kain songket itu sudah mendunia, tapi kita harus mengajak orang supaya ke Danau Toba sehingga setelah pandemi, Danau Toba bisa lebih ramai lagi. Kalau tidak kita meramaikan siapa lagi,” tuturnya.

Keinginan Nawal mempromosikan kain tenun lokal Sumut karena kecantikan dan kualitasnya juga terbaik. Karena selama ini yang sering dipopulerkan adalah songket Padang dan Palembang. Padahal Sumut punya kain sendiri, tapi kain dari provinsi lain justru yang sering dipromosikan orang Sumut. “Biarlah saya sebagai Ibu Gubernur Sumut yang mempromosikan kain tenun asal Sumut, songket Batubara dan Batak. Sekarang songket Batubara sedang kita promosikan di Pekanbaru,” terangnya.

Ketua PBI Sumut Dra Syafitra Elisabeth Tambunan MM menjelaskan, PBI Sumut terbentuk Senin (13/4) setelah dilaksanakan Kongres PBI 5-6 April di Jakarta, dari Sumut dihadiri oleh Arnita. Dikatakannya, PBI juga akan aktif di bidang sosial dan menaikkan UMKM, karena lewat PBI, produk UMKM akan terpromosikan. Termasuk kain songket Batubara dan batik Batak yang sekarang sedang populer.

Lewat PBI ini, beberapa jenis kebaya sebagai warisan budaya Indonesia akan didaftarkan ke UNESCO. Karena ada negara lain yang mengklaim kebaya adalah warisan negara mereka. Kebaya yang akan didaftarkan ke UNESCO tersebut adalah kebaya Kutubaru, kebaya Krancang/Encim, kebaya Kartini dan kebaya Noni. “Sama seperti pakaian Sari dari India dan Kimono dari Jepang, Indonesia juga memperkenalkan kain kebayanya,” ucap Syafitra.

Hal senada dikatakan Seketaris PBI Siska Munthe, bahwa UNESCO mau mengakui kebaya sebagai warisan negara apabila masyarakat Indonesia mau memakai kebaya dalam even-even nasional. Jika di Sumut akan dipakai kebaya Melayu. Di masa mendatang, kebaya akan lebih dipopulerkan. Busana anak sekolah akan dibuat berbentuk kebaya meski bahannya dari katun. Agar para generasi muda mengenal, melestarikan dan makin mencintai busana kebaya. “Agar kebaya ini tidak terhenti sampai di generasi kita, anak-anak juga sudah mengenal kebaya dari sekarang, bisa dibuat dari kaos, bentuknya sama bahannya bisa berbeda-beda,” ucapnya. (A8/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com