November 2023, Kota Pematangsiantar Alami Inflasi Sebesar 0,37 Persen


204 view
November 2023, Kota Pematangsiantar Alami Inflasi Sebesar 0,37 Persen
(Liputan6.com/Johan Fatzry)
Ilustrasi Inflasi 
Pematangsiantar (SIB)
Kota Pematangsiantar tercatat mengalami inflasi sebesar 0,37 persen (mtm) pada November 2023 dan berdasarkan Data Badan Pusat Statistik, angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,15 persen (mtm).
Kondisi itu, menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar Muqorobin melalui Asisten Direktur Abdul Haris dalam siaran persnya yang diterima SIB, Minggu (3/12), terjadi sebagaimana pola tahunan yaitu peningkatan tekanan inflasi menjelang akhir tahun.
Meskipun demikian, kondisi inflasi tahunan dan tahun berjalan di Kota Pematangsiantar masih berada pada level yang terjaga, yaitu masing-masing sebesar 3,37 persen (yoy) dan 1,73 persen (ytd).
Komoditas bahan makanan seperti cabai merah, beras dan bawang merah, menjadi penyebab utama meningkatnya tekanan inflasi Kota Pematangsiantar pada November 2023.
"Telah berlalunya panen cabai merah dan bawang merah, menyebabkan terbatasnya jumlah pasokan komoditas tersebut, sehingga mendorong terjadinya peningkatan tekanan harga masing-masing sebesar 50,50 persen (mtm) dan 22,48 persen (mtm)," ujarnya.
Kondisi tersebut memberikan andil yang cukup tinggi terhadap capaian inflasi di Kota Pematangsiantar, yaitu 0,40 persen, untuk cabai merah dan 0,09 persen untuk bawang merah.
Selain itu, harga beras kembali mengalami peningkatan yang berlangsung sejak April 2023.
Rata-rata harga gabah di tingkat petani dan penggilingan yang masih tinggi di Sumatera Utara menjadi salah satu faktor penyebab persistensi tekanan inflasi beras sepanjang 2023.
Selain itu, harga pembelian di tingkat penggilingan yang berada di atas harga pembelian pemerintah menyebabkan serapan dan pengendalian harga beras tidak dapat berjalan maksimal. Namun, tekanan inflasi yang terjadi pada November 2023 dapat sedikit tertahan oleh terjadinya deflasi beberapa komoditas, seperti daging ayam ras (-15,01 persen mtm), ikan dencis (-16,59 persen mtm), dan tomat (-24,26 persen mtm), yang didukung oleh ketersediaan pasokan yang memadai.
Meskipun inflasi Kota Pematang Siantar masih berada dalam level yang terjaga, potensi inflasi diprakirakan meningkat pada periode mendatang.
Sebagaimana pola sebelumnya, pelaksanaan Natal dan Tahun Baru diprakirakan dapat mendorong terjadinya peningkatan permintaan oleh masyarakat. Kondisi itu berdampak pada meningkatnya harga komoditas-komoditas utama.
Untuk mengatisipasinya, beberapa upaya akan dilakukan, seperti pelaksanaan High Level Meeting untuk penetapan pengendalian strategi inflasi, pelaksanaan sosialisasi belanja bijak, dan operasi pasar untuk pengendalian harga di Kota Pematang Siantar. (**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com