OMCI Soroti Anggaran Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR

* Wabup: Secara Teknis yang Memahami Dinas PUPR

192 view
OMCI Soroti Anggaran Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR
Foto: SIB/Jepri Nainggolan
KUPAK-KAPIK: Pemeliharaan jalan tahun anggaran 2021 di Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kondisinya bergelombang dan kupak-kapik, Kamis (30/9).
Aekkanopan (SIB)
Koordinator Wilayah Sumut LSM OMCI (Obor Monitoring Citra Independen) Syamsudin Sianturi menyoroti anggaran penggunaan perawatan jalan Dinas PUPR di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kualuh Hulu, Aeknatas dan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Seperti diketahui di Jalan Aekkotabatu/Hatapang, Kampungpajak/Simonis, Aekkanopan/Bandarmanis dan Jalan Sukarame yang baru selesai dikerjakan kondisinya asal jadi dan kupak-kapik. Hal itu disampaikannya kepada SIB saat diminta tanggapannya, Minggu (3/10).

Dikatakan, Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) mengangarkan dana perawatan jalan mencapai Rp 650 juta yang ditampung APBD 2021. Namun, sangat disayangkan anggaran yang begitu besar kualitas pekerjaannya asal jadi, bergelombang dan kupak-kapik.

"Dana sebesar Rp 650 juta itu untuk ke empat proyek pemeliharaan jalan tersebut, dinilai sangat membengkak, karena teryata setelah dilakukan pantauan dilapangan pekerjaanya asal jadi," katanya.

Dijelaskannya, pekerjaan pemeliharaan Jalan Aekkotabatu- Hatapang dengan dana Rp 130 juta yang dianggarkan, seharusnya sudah memadai/rampung sampai ke Hatapang, tapi fakta dilapangan, pekerjannya tidak sampai ke Hatapang. Sedangkan untuk pekerjaan pemeliharaan Jalan Kampungpajak-Simonis dengan dana Rp 130 juta hanya dikerjakan sepanjang 50 meter ditanjakan perumahan warga. Seharusnya, dengan dana sebesar itu, pemeliharaan jalan (tambal sulam sudah memadai/rampung sampai ke Simonis. Lalu, pemeliharaan Jalan Aekkanopan-Bandarmanis dengan dana Rp 195 juta hanya dikerjakan sepanjang 60 meter di Perkebunan Kanopanulu, selebihnya, kerusakan jalan tidak ada dikerjakan sampai ke Bandarmanis. Selanjutnya, pemeliharaan jalan Sukarame-Sukaramebaru dengan dana Rp 195 juta dikerjakan tidak sampai ke Sukaramebaru.

"Dari empat titik pekerjaan itu dinilai pengawasan Dinas PUPR lemah. Sehingga, dikhawatirkan rekanan maupun pengawas dilapangan bermain mata. Artinya bila negara mengalami kerugian yang tidak semestinya sesuai nilai anggaran itukan namanya korupsi. Kedepan, saya akan menyurati Dinas PUPR Labura dan membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum," tukasnya.

Sementara Kadis PUPR Labura Edwin Defrizen ST dikonfirmasi via WhatsApp terkirim tidak membalas. Baik telepon tidak diangkat, hingga berita ini dikirim ke redaksi.

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Labuhanbatu Utara H Samsul Tanjung ST dikonfirmasi via WhatsApp menyebutkan, terkait hal yang ditanyakan, menurutnya, secara teknis yang memahami adalah Dinas PUPR.

"Maaf pak hari Senin kan hari kerja bisa dijumpai ke kantornya dan konfirmasi kepada Kabid atau Kadisnya," katanya. (E8/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com