Berawal dari Laka Lantas dan Saling Lapor Polisi

Oknum ASN di Dairi Minta Uang Damai Rp 300 Juta dari Keluarga Korban Laka Lantas


322 view
Oknum ASN di Dairi Minta Uang Damai Rp 300 Juta dari Keluarga Korban Laka Lantas
(Foto/SIB Tulus Tarihoran)
BERI KETERANGAN: Orangtua korban laka lantas, Hasiholan Sianturi/ Acun dan Samsiah Solin beri keterangan terkait peristiwa laka lantas yang berujung saling lapor ke polisi, Kamis (29/9) di Sidikalang.

Sidikalang (SIB)

RP oknum ASN Pemkab Dairi diduga menabrak mobil Pajero yang mengakibatkan dua korban luka pada Selasa (3/5) lalu. Peristiwa itu berujung kedua belah pihak saling lapor ke polisi.


Peristiwa penabrakan itu, terjadi di Jalan Sitellu Nempu Sidikalang, yang mengakibatkan Chacha Theresia Sianturi (23) dan Livia Sianturi (20) mengalami luka pada bagian kaki.


Orangtua korban, Hasiholan Sianturi (64) alias Acun dan Samsiah Solin (54), Kamis (29/9) di Sidikalang mengatakan, kedua anaknya mengalami luka pada bagian kaki.


Awalnya kedua anaknya sedang menyusun barang- barang ke bagasi mobil pajero saat hendak berpergian.


Mobil diparkir berjarak satu meter dari badan jalan dan di depan rumah.


Tiba- tiba mobil avanza yang dikendarai RP menabrak bagian belakang pajero, sehingga kedua korban terjepit di antara kedua mobil.


Kedua korban histeris, sehingga Samsiah keluar dari rumah dan berupaya menolong kedua putrinya.


Namun, sopir tidak mau keluar dari dalam mobil.


Setelah itu, kata Hasiholan, Samsiah menggedor pintu mobil, miminta pengendara keluar.


Sopir tidak keluar, Samsiah membawa kedua putrinya masuk kerumah setelah dikeluarkan dari antara kedua kendaraan itu.


Warga sudah mulai ramai di lokasi, Samsiah kembali keluar mencari sopir.


Spontan Samsiah menjambak rambut RP dan kemudian dilerai warga. Kemudian, peristiwa laka lantas itu, langsung ditangani Satlantas Polres Dairi.


Tak disangka-sangka, RP membuat pengaduan ke Mapolres Dairi, kasus dugaan pengeroyokan. Hal itu diketahui pihak keluarga setelah menerima surat panggilan polisi.


"Samsiah mengaku menjambak RP. Bukan pengeroyokan, seperti laporan RP ke polisi," ucapnya.


Lanjutnya, ada beberapa kali upaya berdamai, tetapi tidak ada titik temu.


Upaya perdamaian pertama di Mapolres Dairi, kerusakan kedua mobil kami yang tanggungjawab.


Bahkan Kapolres Dairi sebagai mediator dan dihadiri Asisten 1 Setda Dairi dari Pemkab Dairi tapi tetap gagal.


Kemudian setelah itu, Hasiholan menemui RP untuk berdamai, tetapi RP meminta supaya Samsiah ikut datang menemuinya.


Berselang beberapa hari, Hasiholan beserta Samsiah menemui RP di rumahnya didampingi polisi. Tetapi kuasa hukum RP, yang menerima.


"Kami datang ke rumahnya untuk berdamai, tetapi pihak RP melalui kuasa hukumnya mau berdamai, dengan syarat membayar Rp 300 juta. Permintaan mereka itu, tidak pantas. Putri kami yang korban, masak kami yang harus membayar uang sebesar itu," kata Hasiholan dan Samsiah.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com