Sabtu, 22 Juni 2024 WIB
Berawal dari Laka Lantas dan Saling Lapor Polisi

Oknum ASN di Dairi Minta Uang Damai Rp 300 Juta dari Keluarga Korban Laka Lantas

Redaksi - Jumat, 30 September 2022 15:56 WIB
656 view
Oknum ASN di Dairi Minta Uang Damai Rp 300 Juta dari Keluarga Korban Laka Lantas
(Foto/SIB Tulus Tarihoran)
BERI KETERANGAN: Orangtua korban laka lantas, Hasiholan Sianturi/ Acun dan Samsiah Solin beri keterangan terkait peristiwa laka lantas yang berujung saling lapor ke polisi, Kamis (29/9) di Sidikalang.
Sidikalang (SIB)
RP oknum ASN Pemkab Dairi diduga menabrak mobil Pajero yang mengakibatkan dua korban luka pada Selasa (3/5) lalu. Peristiwa itu berujung kedua belah pihak saling lapor ke polisi.

Peristiwa penabrakan itu, terjadi di Jalan Sitellu Nempu Sidikalang, yang mengakibatkan Chacha Theresia Sianturi (23) dan Livia Sianturi (20) mengalami luka pada bagian kaki.

Orangtua korban, Hasiholan Sianturi (64) alias Acun dan Samsiah Solin (54), Kamis (29/9) di Sidikalang mengatakan, kedua anaknya mengalami luka pada bagian kaki.

Awalnya kedua anaknya sedang menyusun barang- barang ke bagasi mobil pajero saat hendak berpergian.

Mobil diparkir berjarak satu meter dari badan jalan dan di depan rumah.

Tiba- tiba mobil avanza yang dikendarai RP menabrak bagian belakang pajero, sehingga kedua korban terjepit di antara kedua mobil.

Kedua korban histeris, sehingga Samsiah keluar dari rumah dan berupaya menolong kedua putrinya.

Namun, sopir tidak mau keluar dari dalam mobil.

Setelah itu, kata Hasiholan, Samsiah menggedor pintu mobil, miminta pengendara keluar.

Sopir tidak keluar, Samsiah membawa kedua putrinya masuk kerumah setelah dikeluarkan dari antara kedua kendaraan itu.

Warga sudah mulai ramai di lokasi, Samsiah kembali keluar mencari sopir.

Spontan Samsiah menjambak rambut RP dan kemudian dilerai warga. Kemudian, peristiwa laka lantas itu, langsung ditangani Satlantas Polres Dairi.

Tak disangka-sangka, RP membuat pengaduan ke Mapolres Dairi, kasus dugaan pengeroyokan. Hal itu diketahui pihak keluarga setelah menerima surat panggilan polisi.

"Samsiah mengaku menjambak RP. Bukan pengeroyokan, seperti laporan RP ke polisi," ucapnya.

Lanjutnya, ada beberapa kali upaya berdamai, tetapi tidak ada titik temu.

Upaya perdamaian pertama di Mapolres Dairi, kerusakan kedua mobil kami yang tanggungjawab.

Bahkan Kapolres Dairi sebagai mediator dan dihadiri Asisten 1 Setda Dairi dari Pemkab Dairi tapi tetap gagal.

Kemudian setelah itu, Hasiholan menemui RP untuk berdamai, tetapi RP meminta supaya Samsiah ikut datang menemuinya.

Berselang beberapa hari, Hasiholan beserta Samsiah menemui RP di rumahnya didampingi polisi. Tetapi kuasa hukum RP, yang menerima.

"Kami datang ke rumahnya untuk berdamai, tetapi pihak RP melalui kuasa hukumnya mau berdamai, dengan syarat membayar Rp 300 juta. Permintaan mereka itu, tidak pantas. Putri kami yang korban, masak kami yang harus membayar uang sebesar itu," kata Hasiholan dan Samsiah.[br]








Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Rismanto Purba dan Kasat Lantas AKP Herliandri di Mapolres Dairi mengatakan, kedua belah pihak saling lapor.

Perkara itu diawali dari laka lantas. Diakuinya, ada upaya berdamai, tetapi beberapa kali dimediasi, tetap gagal.

Ia mengaku, pihak kepolisian mengetahui informasi syarat perdamaian yang diminta kuasa hukum RP, yakni berupa materi. Karena pada upaya perdamaian terakhir, polisi juga hadir sebagai mediator di rumah RP.

Lanjutnya, pimpinan mengharapkan persoalan kedua belah pihak bisa selesai dengan berdamai. Karena sesuai perkembangan hukum dalam perkara tertentu, tetap mengedepankan penerapan keadialan secara restorative justice.

Sehingga hubungan kekerabatan kedua belah pihak dapat dipulihkan. Artinya, tidak semua perkara pidana berakhir di pengadilan.

Proses penanganan kedua perkara tetap berjalan sesuai aturan. Laporan pengaduan RP dugaan penganiayaan, penyidik sudah menetapkan tersangka. Demikian perkara laka lantas, penyidik juga sudah menetapkan tersangka.

Herliandri menambahkan, Satlantas dan Satreskrim selalu berkoordinasi terkait perkara tersebut.

Katanya, setelah penetapan RP sebagai tersangka, pihak RP mengajukan praperadilan, kemudian setelah sidang pertama berjalan, praperadilan dicabut.

Berselang beberapa minggu, RP melalui kuasa hukumnya kembali mengajukan praperadilan.

Penetapan RP sebagai tersangka sudah memenuhi unsur, sesuai keterangan yang dihimpun penyidik dari saksi maupun olah tempak kejadian perkara.

Ia membenarkan RP merupakan oknum ASN di lungkungan Pemerintah Kabupaten Dairi, sesuai data yang ada di kepolisian atas kasus tersebut.(B3/c)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tekan Lakalantas, Dishub Sumut Sosialisasikan Standar Pelayanan Minimal Angkutan Barang
Laka Lantas di Lintasan Kereta Api Medan Deli, Pengendara Motor Tewas
Warga Demo Minta Pj Bupati Taput Tindak Oknum ASN Mesum dan Beristeri Dua
Diskotik Blue Star Digerebek Polres Binjai, 34 Positif Narkoba
Satlantas Polres Sergai Patroli di Lokasi Rawan Pelanggaran dan Laka Lantas
Bawaslu Periksa Oknum ASN Pemko Medan Diduga Arahkan Pilih Paslon Capres 02
komentar
beritaTerbaru