PD Pasar Dairi Bangun Kios di Lahan Parkir, Pedagang Keluhkan Mahalnya Iuran


161 view
(Foto/SIB Tulus Tarihoran)
BERI KETERANGAN: Jajaran Direksi PD Pasar Dairi, Jhon Toni Sidabutar, Roy Chandra Simanjuntak, Lumpin Pangaribuan didampingi badan pengawas, Franki Aritonang berikan keterangan, Selasa (13/4) di kantor PD Pasar.
Sidikalang (SIB)
Kebijakan jajaran Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kabupaten Dairi mengubah lahan parkir menjadi tempat berdagang dan pengutipan iuran layanan pasar (ILP) di Blok C1 diserahkan ke pihak ketiga dinilai merugikan pedagang.

Seorang pedagang yang tidak bersedia dituliskan namanya, Selasa (13/4) di Pusat Pasar Sidikalang mengatakan, pembangunan kios di lahan parkir bagian depan akan menambah semrawut Pasar Sidikalang. Sementara sejumlah kios di dalam pasar masih kosong. Harusnya, kios yang di dalam dimaksimalkan dulu.

Alasan direksi membangun kios dilahan parkir untuk mengakomodir pedagang ke luar pasar dinilai kurang tepat. Harusnya ditempatkan di kios yang masih kosong. Itulah perlunya penataan dan memaksimalkan kios yang ada.

Kemudian katanya, pengutipan ILP melalui pihak ketiga jelas merugikan pedagang. ILP yang ditarik pihak ketiga sangat besar atau mahal, ditambah berbagai kutipan lainnya. "Pedagang khawatir seluruh aset yang ada akan dipihakketigakan oleh direksi PD Pasar, dan mereka hanya duduk manis dapat uang, tetapi pedagang dirugikan," ucapnya.

Sebelumnya saat pedagang unjukrasa di kantor DPRD Dairi, juga mengungkapkan hal yang sama. Pedagang di blok C1/ pasar komoditi harus mengeluarkan uang untuk ILP, biaya bongkar muat, kebersihan.

Sementara itu, jajaran Direksi PD Pasar Dairi, Jhon Toni Sidabutar, Roy Chandra Simanjuntak, Lumpin Pangaribuan didampingi badan pengawas, Franki Aritonang dan lainnya di kantor PD Pasar Dairi mengaku, pengalihan lokasi parkir menjadi kios, untuk mengakomodir pedagang kuliner yang ada di luar pasar. Karena lokasi pedagang kuliner belum ada di Pasar Sidikalang.

Selama ini banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di luar pasar mengeluh, karena tidak ada lokasi. Tidak ada salahnya keluhan itu diakomodir, dengan mendirikan kios baru di lokasi parkir.

Jajaran direksi membenarkan pasar komoditi di blok C1 dengan ukuran 30 meter kali 60 meter dipihak ketigakan kepada perorangan yaitu balerung dan lapangan. Pihak ketiga menyetor setiap bulan Rp 1,6 juta. Hal itu masih berjalan 1 bulan.

Jhon Tony mengaku sudah mendengar keluhan pedagang di pasar komoditi, banyaknya pembayaran retribusi selain ILP. Perjanjian PD Pasar dengan pihak ketiga, hanya boleh menarik ILP dari pedagang. "Kita sudah menyarankan pedagang agar melaporkan adanya kutipan liar kepada yang berwajib," katanya.

Dari PD Pasar sendiri tidak ada lagi yang melakukan pengutipan retribusi dalam bentuk apapun di pasar komoditi. Memang sampai saat ini masih berjalan lancar, meskipun ada riak- riak dari pedagang.

Lanjutnya, selain pasar komoditi, pengelolaan parkir dan MCK juga dipihakketigakan di Pasar Sidikalang.(B3/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com