PDIP Sumut Berikan Tali Asih ke Sejumlah PA di Nisel-Nisbar


92 view
PDIP Sumut Berikan Tali Asih ke Sejumlah PA di Nisel-Nisbar
(Foto Dok/PDIP)
SERAHKAN: Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon bersama Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting didampingi Brilian Moktar dan lainnya menyerahkan tali asih kepada salah satu pengurus panti asuhan di Kepulauan Nias, Rabu (20/10). 
Nisel (SIB)
Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Sumatera Utara (DPD PDIP Sumut) mengunjungi beberapa Panti Asuhan (PA) di Nias Selatan (Nisel) dan Nias Barat (Nisbar) guna memberikan tali asih berupa Sembako dan akan memberikan seragam sekolah kepada anak yatim dan kurang mampu di Kepulauan Nias.

Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon didampingi Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting mengatakan pihaknya melakukan kunjungan ke sejumlah panti asuhan sebagai bentuk kepedulian PDI Perjuangan terhadap anak-anak yang kurang beruntung.

"Sebagai partainya wong cilik tentu kita dituntut untuk selalu peduli dengan nasib generasi bangsa ke depan yang saat ini harus hidup di Panti Asuhan, akan tetapi meski anak-anak hidup di panti Asuhan bukan berarti mereka tidak boleh memiliki mimpi dan kita akan terus berupaya untuk membantu anak-anak meraih mimpi," katanya, seperti dikutip dari harianSIB.com, Rabu (20/10).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan PDI Perjuangan menjanjikan akan memberikan bantuan seragam sekolah kepada anak-anak yatim dan menyalurkan bantuan Sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Adapun panti asuhan yang disambangi tersebut antara lain PA Cinta Kasih, Jalan Baloho Indah, Kelurahan Pasar, Nisel. PA Mercy Indonesia, Desa Hilisandrekha, Kecamatan Teluk Dalam, Nisel. PA Laisanora, Teluk Dalam, Nisel. Rumah Yatim Ya Bunna Ya Albainah, Pimpinan Ustad Dedi Isandi, Kecamatan Teluk, Nisel dan PA Bakti Luhur Cabang Sirombu, Nisbar.

Sisi lain, Baskami Ginting dan Elisati Halawa berkomitmen memperjuangkan anggaran bantuan sosial anak yatim dan panti-panti asuhan dalam anggaran pada tahun 2022.

"Kita prihatin bahwa saat Covid-19 justru anggaran bantuan sosial untuk panti-panti asuhan direfocusing. Padahal mereka anak-anak yatim yang paling terdampak akibat Pandemi," ungkap Baskami.

Senada dengan itu, Elisati Halawa mengatakan bahwa di Nias Selatan banyak panti asuhan yang tutup karena tidak mampu membiayai operasional.

"Lalu bagaimana nasib anak-anak yang panti asuhannya ditutup, untuk itu PDI Perjuangan berkomiten melaui kadernya yang duduk di legislatif dan eksekutif untuk terus memperjuangkan anggaran untuk panti asuhan,” tutup Elisati. (SS6/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com