PLN Fokus Layani Pelanggan dengan Energi Ramah Lingkungan


166 view
PLN Fokus Layani Pelanggan dengan Energi  Ramah Lingkungan
(Foto: Dok/Humas PLN)
KUNJUNGAN: GM PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung (tengah) saat kunjungan lapangan ke lokasi proyek PLTA Asahan 3,  baru- baru ini, foto bersama Manajer UPP SBU 4 (kedua dari kanan), Koji Baba - Konsultan Engineering Nippon Koei (paling kanan) dan  Tim Kontraktor dari PP (kiri dan kedua dari kiri).
Asahan (harianSIB.com)
PT PLN (Persero) terus menambah bauran energi hijau, salahsatunya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3. Terletak di Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba, Sumatera Utara, proyek strategis nasional terus dikebut.

“Proyek ini juga wujud nyata transformasi PLN melalui aspirasi green, dengan terus meningkatkan bauran EBT, seiring dengan terus bertumbuhnya kebutuhan energi listrik,” ujar General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung saat kunjungan lapangan ke lokasi proyek PLTA Asahan 3 baru- baru, dalam siaran pers kepada jurnalis Koran SIB Eddy Bukit, di Medan, Jumat (15/10/2021).

Dikatakannya, PLTA Asahan 3 merupakan salah satu proyek strategis nasional ini nantinya tak sekadar menambah pasokan listrik di Sistem 275 kiloVolt (kV) Sumatera, tapi juga meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).

Untuk mengonversi arus menjadi listrik sebesar 2 X 87 MW itu dibutuhkan air sekitar 106 meter kubik per detik. PLTA ini mengunakan sistem "run-of-river", yakni mengalirkan air dari sungai Asahan untuk dialirkan ke turbin air melalui terowongan (Headrace Tunnel) yang sedang dibangun sepanjang 8 kilometer hingga ke Powerhouse serta memutar dua unit turbin dengan tipe Vertical-shaft Francis.

Sementara itu , Manager Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utara 4 Agil Darmawan mengungkapkan bahwa pembangunan PLTA Asahan 3 telah dimulai pada 28 Maret 2019. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 38,26%.

"Nantinya listrik yang dihasilkan oleh PLTA Asahan 3 akan dialirkan melalui Gardu Induk Simangkuk, lalu masuk interkoneksi (di jaringan kelistrikan) Sumatera bagian Utara," ungkap Agil Darmawan.

Di samping itu, PLTA Asahan 3 ditargetkan bisa menambah efisiensi PLN. Pasalnya, pengoperasian pembangkit ini diharapkan dapat menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) untuk wilayah Sumatera Bagian Utara sekitar Rp 72,-/kWh. Selain itu, pembangkit ini juga berpotensi menambah jumlah pelanggan rumah tangga setara 241.000 sambungan rumah, dengan perhitungan daya pelanggan 900 VA.

Pandapotan juga menyebutkan akan mendukung keandalan dan suplai listrik untuk proses kerja dan proses konstruksi yang ada di sana untuk kelancaran pekerjaan pembangunan pembangkit PLTA asahan 3 dan agar target penyelesaikan proyek pembangkit tersebut tepat waktu.

Dengan beroperasinya PLTA Asahan 3, maka kapasitas bauran energi untuk pembangkit EBT di Sumatera bagian utara sampai dengan 2023 akan meningkat menjadi 35,6%. (*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com