PT Jasa Raharja Kisaran Salurkan Santunan Kematian Rp 20,7 Miliar Selama 2020


552 view
PT Jasa Raharja Kisaran Salurkan Santunan Kematian Rp 20,7 Miliar Selama 2020
kompas.com
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. Angka kecelakaan di Kepri menurun selama pandemi Covid-19. Jasa Raharja Kepri salurkan santunan Rp 12,3 Miliar selama 2020, menurun dibanding periode sama tahun lalu   

Kisaran (SIB)

Pada tahun 2020, PT Jasa Raharja Perwakilan Kisaran telah menyerahkan santunan kematian Rp 20.750.000.000 pada korban kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah Asahan, Batubara, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura) serta Labuhanbatu Selatan (Labusel). Hal itu dikatakan Abdul Bar, Kepala Perwakilan Kisaran PT Jasa Raharja didampingi Staf, Adam Hertanto kepada SIB, Selasa (19/1).

Abdul Bar menjelaskan, PT Jasa Raharja (Persero) Kisaran memiliki wilayah kerja mencakup Kabupaten Asahan, Batubara, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara serta Labuhanbatu Selatan.

Sementara itu kata Abdul Bar, untuk korban luka-luka, Jasa Raharja Perwakilan Kisaran juga telah membayar klaim Rp 13.367.294.003, korban cacat tetap Rp 896.707.500 serta klaim penguburan Rp 28.000.000. Besar santunan yang diberikan kepada korban meninggal dunia Rp 50.000.000 sementara untuk korban luka bisa mengakses perawatan di rumah sakit dengan pagu maksimal hingga Rp 20.000.000, sebutnya.

Abdul mengatakan, santunan yang diserahkan kepada ahli waris atau korban kecelakaan lalu lintas jalan adalah dana yang dikumpulkan melalui Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dibayarkan pemilik kenderaan saat membayar Pajak kenderaan bermotor dan Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang (DPWKP). Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Beruntungnya, negara sampai saat ini hadir membantu masyarakat yang tertimpa kemalangan kecelakaan lalu lintas jalan melalui PT Jasa Raharja, terang Abdul Bar.

Pada kesempatan itu, Adam Hertanto juga menerangkan, PT Jasa Raharja Perwakilan Kisaran juga telah menjalin MoU dengan rumah sakit di wilayah unit kerja. Di Kabupaten Asahan, MoU dilakukan dengan RSUD HAMS , RSU Bintang Kasih, RSU Setio Husodo. Katarina dan RSU Wira Husada.

Untuk Tanjungbalai MoU-nya dilakukan dengan RSUD, RSUD Batubara, RSUD Labuhanbatu, RSU Elpi Al Aziz, RSU Tiga Sodara (Labura) dan RSU Nurani di Labusel. Setelah melakukan MoU dengan PT Jasa Raharja, maka korban atau pasien tidak lagi membayar biaya perobatan dengan syarat, harus melaporkan kepada pihak yang berkompeten.

Ditanya, apa kendala dalam proses pembayaran santunan bagi korban kecelakaan, Adam menjawab, penurunan pendaftaran ulang pajak kenderaan dari tahun ke tahun. Selain itu, adanya calo/pihak ketiga yang membantu proses pengajuan klaim, kemudian calo tersebut meminta komisi kepada korban/ahli waris serta pasien terlambat lapor. Artinya korban laka tidak melapor, setelah pulang dari rumah sakit baru melapor, pungkas Adam. (A04/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com