PT Natour Hotel Indonesia Rebrending Tiga Hotel di Indonesia

* Inna Parapat Hotel Diganti Menjadi KHAS Parapat

158 view
(Foto: SIB/Linggom Parhusip)
LAUNCHING: Direktur Operasional PT Hotel Indonesia Natour Seno Andhikawanto dan Manajer KHAS Parapat Domu Siregar dan undangan ketika mengikuti launching nama baru Inna Hotel Parapat secara virtual di Hall KHAS Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Kamis (8/4).
Parapat (SIB)
PT Natour Hotel Indonesia saat ini menganti tiga nama dan logo hotel di Indonesia salah satunya Inna Parapat Hotel diganti menjadi 'KHAS Parapat' yang terletak di Kawasan Strategis Pariwisata Nasionasil Danau Toba Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun.

"KHAS Parapat merupakan wajah baru Inna Parapat dalam menyambut tantangan bisnis ke depan sebagai hotel yang memiliki sejarah dan perjalanan panjang, yang melaksanakan kegiatan operasional sejak tahun 1911 dan selama ini dikenal sebagai hotel terdepan di kawasan Danau Toba. Saat ini Inna Parapat Hotel secara resmi mengenalkan logo baru dan bertransformasi menjadi KHAS Parapat", demikian disampaikan Direktur Operasi PT Natour Hotel Indonesia Seno Andhikawanto pada acara luncing tiga nama hotel BUMN di Indonesia secara virtual di Inna Parapat Hotel, Kamis (8/4).

Dijelaskannya secara keseluruhan, disain KHAS Parapat menggunakan warna dan aplikasi yang vibrant, unik, fresh dan tanpa menghilangkan kesan bersejarah serta kontemporer. Elemen grafis yang digunakan adalah ilustrasi yang menceritakan aktivitas sehari-hari masyarakat lokal, seperti kesenian dan hobi dan motif ornamen disesuaikan dengan kerajinan dan kesenian budaya lokal.

"Nama KHAS Parapat mencerminkan identitas serta semangat baru yang akan menjadi tahapan dan tonggak baru manajemen dalam menyambut perjalanan dan tantangan bisnis ke depan," katanya.

Direktur Utama PT HIN Iswandi Said saat peluncuran nama dan logo baru hotel yang diwakili Direktur Operasi PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Seno Andhikawanto secara virtual menyampaikan perubahan nama dan logo (branding) Hotel Inaya Putri Bali menjadi Merusaka Nusa Dua Bali, Grand Inna Padang diganti menjadi Truntum Padang dan Inna Hotel Parapat menjadi KHAS Parapat.

Selain perubahan nama dan logo, kata Seno, pihaknya juga saat ini fokus dalam pembenahan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), karena kunci dari industri hospitality merupakan pelayanan setiap karyawan di hotel. "Hal ini juga selaras dengan dukungan pemerintah yang sangat concern untuk mengembangkan pariwisata Danau Toba menjadikan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia," jelasnya.

General Manager KHAS Parapat, Domu Siregar menyampaikan, Khas Parapat menjadi perhatian bagi turis internasional, salah satunya adalah Raja Belanda Williem Alexander dan Ratu Maxima Zorrequieta Cerruti dari Belanda di Hotel KHAS Parapat sehingga memiliki nilai sejarah. Dan saat ini KHAS Parapat telah ditata sedemikian rupa dan mengikuti standar internasional sertifkat CHSE dan menerapkan protocol kesehatan Covid-19 yang baik dan benar. (D9/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:hotel
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com