Pandemi Momentum Melakukan Reformasi Total Sistem Pendidikan Nasional


151 view
Pandemi Momentum Melakukan Reformasi Total Sistem Pendidikan Nasional
Foto Istimewa
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta
Jakarta (harianSIB.Com)
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, pemerintah bisa menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk melakukan reformasi total sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) di era digital sekarang ini.

Sebab ada fakta baru, mengenai pendidikan jarak jauh atau online dengan sekolah tatap muka. Pendidikan online selama ini dikecualikan dan sekolah tatap muka menjadi utama. Sekarang terbalik, yang online justru jadi utama dan tatap muka menjadi pengecualian.

"Inilah momentum bagi pemerintah menjadikan pandemi sebagai pintu gerbang untuk memulai proses reformasi total terhadap sistem pendidikan ," kata Anis Matta dalam diskusi Gelora Talk bertajuk 'Sekolah Tatap Muka, Dilema Pendidikan di Tengah Pandemi Tak Berujung' di Jakarta,yang siaran persnya disampaikan kepada wartawan, Kamis (16/9/21), termasuk kepada Jurnalis Koran SIB Jamida P Habeahan.

Dalam situasi pandemi saat ini, menurut Anis Matta, pemerintah bisa membuat satu program sistem pendidikan nasional baru di era digital. Pemerintah, bisa mengembangkan infrastruktur digital, sehingga akses terhadap pendidikan dan pengetahuan kepada seluruh masyarakat tidak dibatasi sama sekali.

Menurut Anis Matta, sebenarnya di era digital ini, pendidikan sudah bisa gratis. Sebab, pada waktu yang sama banyak anggaran pendidikan yang bisa dipakai untuk meningkatkan gaji guru. Begitu juga meningkatkan kualitas guru, mutu pun juga bisa ditingkatkan, serta akses kepada pengetahuan lebih tidak terbatas.

Diskusi yang ditayangkan secara live streaming di Channel YouTube Gelora TV ini juga dihadiri narasumber tokoh Pendidikan Indonesia Prof. Arief Rahman, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, serta Ketua Forum Aksi Guru Indonesia, Aktivis Aliansi untuk Pendidikan dan Keselamatan Anak Iwan Hermawan.

Tokoh pendidikan Indonesia Arief Rahman menjelaskan, prinsip pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan menjadi nomor satu. Sehingga, semua pihak harus disiplin, baik di rumah maupun di sekolah. "Semua pihak harus bisa menyesuaikan diri dalam kondisi pandemi dan jangan memaksakan. Dinas Pendidikan, sekolah dan orang tua harus ada kerja sama menegakkan aturan selama pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung," kata Arief Rahman.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, pendidikan adalah kebutuhan dasar masyarakat, sehingga tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. "Pendidikan tidak bisa diserahkan kepada satu sektor saja, misalnya, Dinas Pendidikan. Tetapi harus menjadi sebuah gerakan bersama, sebagai insan bertakwa bermohon agar Pandemi ini segera berakhir " kata Nahdiana sambil menyebutkan bahwa pembukaan sekolah tatap muka saat ini menimbulkan pro kontra, karena menyangkut keselamatan anak didik terutama yang belum mendapatkan vaksinasi. (*)


Editor
: Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com