Panen Raya Eucalyptus TPL di Samosir Berdampak Bencana Banjir Bandang Dua Kabupaten


466 view
Panen Raya Eucalyptus TPL di Samosir Berdampak Bencana Banjir Bandang Dua Kabupaten
Foto SIB Frans Sitanggang
Marko Sihotang Keturunan Raja Nagari Sihotang Rabu (6/12) 

Samosir (SIB)

Diduga kuat peristiwa bencana alam yang melanda masyarakat Kabupaten Samosir dan Humbang Hasundutan dalam waktu tiga minggu yang lalu , adalah dampak dari aktivitas Perusahaan Swasta PT. Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) di kedua wilayah Kabupaten tersebut.

Informasi yang diperoleh SIB dilapangan dan masyarakat, sejak beberapa bulan terakhir perusahaan melalui para mitra kerjanya, melakukan pemanenan pohon Eucalyptus diwilayah bekas konsesi (Pernah Menjadi Konsesi), sebelum akhirnya diputuskan wilayah tersebut kembali menjadi wilayah hutan lindung oleh pemerintah pusat.

Panen Raya Eucalyptus menjadi istilah yang popular dikalangan masyarakat Desa Siparmahan, Dolokraja, Hariarapohan dan Desa Sampurtoba, seluruhnya berada di Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, yang hidup berdampingan dengan wilayah konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) perusahaan.

“Istilah mereka tahun ini adalah panen raya Eucalyptus, karena sudah lama pohonnya tidak dapat dipanen karena surat izin panennya belum dikeluarkan pemerintah, gitu yang kami tau dikalangan masyarakat”, ungkap salah satu masyarakat Marko Sihotang yang merupakan keturunan Raja Nagari Sihotang Rabu (6/12).

Kondisi masyarakat Siparmahan yang mayoritas masyarakat bermarga Sihotang, saat ini masih khawatir dan trauma ketakutan yang mendalam pasca kejadian banjir bandang. Marko melihat masyarakat masih melakukan rehabilitas ladang persawahan mereka yang rusak, serta memperbaiki rumah yang hancur diterjang air, lumpur dan batu yang dibawa banjir bandang.

“Kami hanya berharap Tuhan dapat menghukum mereka (Perusahaan) karena tidak bertanggung jawab dalam kerusahakan yang terjadi”, katanya sambil sesekali menghapus air mata dengan nada suara yang gemetaran.

Surat Pemkab Samosir Diacuhkan TPL

Dugaan kuat dan fakta dilapangan menyebutkan , lebih kurang satu bulan sebelum peristiwa banjir bandang terjadi di Samosir dan Humbang Hasundutan, tepatnya pada tanggal 5 Oktober 2023 Bupati Samosir Vandiko Gultom telah menyampaikan Surat Penghentian Kegiatan Penebangan Tegakan di Wilayah Kabupaten Samosir.

Surat dengan Nomor 338/1703/DISLINGKUP/X/2023 ditandantangani Sekda Pemkab Samosir Rita Tavip Megawati tersebut, bersifat penting dan langsung ditujukan kepada Direktur PT Toba Pulp Lestari Tbk untuk ditindak lanjuti.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya penebangan tegakan dilokasi konsesi PT Toba Pulp Lestari, Tbk di wilayah Kabupaten Samosir, dimana wilayah Kabupaten Samosir merupakan daerah tangkapan air Danau Toba. Wilayah konsesi tersebut berada pada wilayah yang langsung berbatasan dengan dinding Kalder Toba”, demikian isi surat edaran tersebut.

Namun fakta dilapangan berkata lain, kegiatan dan aktivitas penebangan pohon eucalypus tetap saja berjalan dengan massif siang dan malam tidak mempertimbangkan dampak buruk yang harus dihadapi masyarakat sekitar kawasan konsesi perusahaan.

Padahal dalam isi surat dari Kabupaten Samosir juga disampaikan bahwa dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Samosir, bahwa wilayah tersebut ditetapkan sebagai kawasan perlindungan setempat.

“Kondisi saat ini merupakan musim penghujan dengan kegiatan penenbangan ini memiliki dampak besar resiko banjir besar, resiko banjir untuk wilayah Kecamatan Sitiotio dan Kecamatan Harian”, demikian himbauan dalam isi surat tersebut.

Ketika SIB konfirmasi mengenai kegiatan Panen Raya Eucalyptus

1. Apa dasar hukum TPL melakukan Pemanenan Pohon Eucalyptus di Wilayah Samosir?. Bukankah wilayah tersebut sudah menjadi hutan lindung, meskipun ada tanaman eucalyptusnya.?

2. Apa tanggung jawab TPL dalam upaya perbaikan kerusakan hutan di Samosir?

3. Sejumlah pemerhati lingkungan berasumasi banjir bandang bukan kejadian alam, tetapi karena kerusakan hutan, apa tanggapan anda?.

4. Hukuman apa yang pantas bagi pelaku pengrusakan hutan.?

Pihak TPL berbelit belit dan tak seorangpun pihak TPL memberikan jawaban ketika dikonfirmasi SIB. (**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com