Sabtu, 15 Juni 2024 WIB

Para Rekanan Unjuk Rasa ke Kantor DPRD Simalungun

Redaksi - Selasa, 21 November 2023 20:35 WIB
469 view
Para Rekanan Unjuk Rasa ke Kantor DPRD Simalungun
(Foto SIB/Bambang J Sitanggang)
DPRD: Pengunjukrasa  membawa banner bertuliskan  tolong Pak Bupati berikan hak kami. Bapak dewan yang terhormat jangan hanya diam jalankan  tupoksimu  saat unjuk rasa di Kantor DPRD Simalungun di Pamatang Raya,
Simalungun (harianSIB.com)
Para rekanan melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD di Pamatang Raya untuk menyampaikan aspirasi terkait belum dibayarkannya pelunasan pekerjaan mereka, meski pekerjaan sudah selesai dikerjakan, Selasa (21/11/2023).
Roky Marbun saat berorasi mengatakan, kedatangan mereka diakibatkan ulah penguasa dan birokrat yang menindas bahkan menzolimi mereka dengan kekuasaan yang gagal membayarkan hak-hak rekanan.
Ditambahkan Fery Simarmata saat membacakan pernyataan sikapnya bahwa berawal dari Surat Bupati Simalungun Nomor :050/1995/1.4.1/2021 tanggal 21 Januari 2021, Peraturan LKPP RI Nomor 13 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa dalam keadaan darurat dan Surat Perintah Badan Bencana Daerah Kabupaten Simalungun No:027/002/COVID-19/II/AP/KM/2021 untuk melaksanakan pembangunan kamar mandi murid dan guru di Sekolah Dasar (SD) dan SMP dalam rangka mengantisipasi dan menangani dampak penularan Covid-19 dan penanggulangan longsor di Kantor Pemkab Simalungun.
Dalam proses perjalanannya, seluruh pekerjaan yang disepakati para pihak sebagimana isi dari perjanjian kontrak, para rekanan telah melaksanakan seluruh kewajibannya untuk menyelesaikan pekerjaan dan dinyatakan baik berdasarkan penilaian untuk selanjutnya diterbitkan berita acara serah terima hasil pekerjaan dan juga berita acara pemeriksaan bersama dengan dilampirkan dokumentasi hasil pekerjaan.
Akan tetapi setelah seluruh kewajiban para rekanan selesai, faktanya sampai hari ini apa yang seharusnya menjadi hak dari rekanan dalam bentuk pelunasan pembayaran pekerjaan tidak kunjung dilakukan oleh Pemkab Simalungun.
Atas sikap Pemkab Simalungun kepada rekanan, selanjutnya kasus ini di bawa ke ranah hukum melalui gugatan perbuatan melawan hukum yang didaftarkan para rekanan ke Pengadilan Negeri Simalungun No:54/Pdt.G/2022/Pn Sim. Pengadilan Negeri Simalungun No:69/Pdt.G/2022/Pn Sim dan Pengadilan Negeri Simalungun No:57/Pdt.G/2022/Pn Sim.
Dalam amar putusannya point 5 menyebutkan menghukum para tergugat (Pemkab Simalungun) untuk membayar kerugian materiil dan immaterial atas seluruh kontrak kerja kontruksi beserta melakukan penggantian denda atas kerugian yang diderita oleh para penggugat (rekanan).
Pada tanggal 8 Maret 2023 berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Medan No 281/Pdt/2023/ PT MDN dalam putusannya point 3 menyebutkan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Simalungun No:54/Pdt.G/2022/Pn Sim pada tanggal 22 Juni 2023 dan putusan
Pengadilan Negeri Simalungun No:69/Pdt.G/2022/Pn Sim tanggal 1 November 2022.
Untuk itu melalui pernyataan sikap bersama ini, kami minta Pemkab Simalungun segera melaksanakan Putusan Pengadilan Negeri Simalungun No:54/Pdt.G/2022/Pn Sim dan putusan Pengadilan Tinggi Medan No 281/Pdt/2023/ PT MDN, putusan Pengadilan Negeri Simalungun No:69/Pdt.G/2022/Pn Sim dan Pengadilan Negeri Simalungun No:57/Pdt.G/2022/Pn Sim.
Atas aspirasi tersebut, Pimpinan DPRD Simalungun Samrin Girsang mengatakan sangat memahami apa yang dialami rekanan.
"Kami berprinsip dalam bernegara panglimanya ada hukum. Kalau ada putusan kita harus patuhi. Tidak ada alasan Pemkab untuk tidak membayarkan", sebut Samrin.
Kalau memang hasil pertemuan tadi di Kantor Bupati dijadwalkan pertemuan lanjutan pada hari Kamis mendatang pihaknya siap hadir.(**)

Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hampir Setahun Longsor, Jalan Provinsi di Bahbiru Simalungun Tak Kunjung Diperbaiki
Puluhan IMM Unjukrasa di Depan Polrestabes Medan
Satpol PP Simalungun Robohkan Bangunan Kolam Renang Terere
Pemkab Simalungun Dapat Penghargaan Nominasi TPID Berprestasi 2024
3 Tahun Pencurian Sawit PTPN IV Simalungun Rugikan Rp100 Miliar, 6 Pelaku Ditangkap
Bupati Simalungun Sebut Dokter di RSUD Tuan Rondahaim Tidak Kalah Hebat Dibanding Dokter Luar
komentar
beritaTerbaru