Pasca Kebakaran Pasar Inpres Kotapinang, Pedagang Berharap Kios Mereka Segera Dibangun


164 view
Pasca Kebakaran Pasar Inpres Kotapinang, Pedagang Berharap Kios Mereka Segera Dibangun
Foto: harianSIB.com/Rudi Afandi Simbolon
Puing-puing kebakaran: Para pedagang melihat dan mengais puing yang terbakar di Pasar Inpres Kotapinang, Selasa (8/6/2021) malam.
Kotapinang (harianSIB.com)

Sejumlah pedagang pemilik kios di Pasar Inpres Kotapinang yang terbakar, Selasa (8/6/2021) pagi, berdatangan ke lokasi pasar yang terletak di Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel.

Mereka mengais sisa barang dagangan diantara puing-puing pasca kebakaran yang menghanguskan 100-an kios di lokasi pasar tradisional terbesar di Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labusel itu, pada Senin (7/6/2021) malam.

"Nggak ada yang dapat diselamatkan. Semua hangus terbakar. Ini mau melihat-lihatlah, mana tahu masih ada barang yang tidak terbakar di dalam kios," kata Safri (26) pedagang bunga rangkaian yang kiosnya ikut terbakar.

Ia mengaku, saat kebakaran terjadi, sedang berada di rumah. Karena kiosnya yang terletak di Blok J berdekatan dengan lokasi yang diduga menjadi titik awal api di Blok K, ia tidak sempat mengevakuasi barang-barang dari dalam kios.

"Aku tahu usai Salat Isya. Saat sampai di sini, seluruh kios sudah terbakar. Mau apa lagi," katanya.

Hal serupa juga dialami Korlina Manihuruk, pemilik Toko Tas Melani yang terletak di Blok G. Ia berharap masih dapat menemukan barang berharga miliknya di lokasi kebakaran.

"Hanya sebagianlah tas-tas yang bisa diselamatkan. Kalau kerugian ratusan jutalah. Sekarang sudah nggak tahu mau bagaimana lagi berjualan," katanya.

Para pedagang berharap, Pemkab Labusel mencarikan solusi terhadap nasib mereka. Sebab, ditengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19, usaha yang menjadi tulang punggung mereka pun sudah ludes terbakar.

"Maunya segeralah dibangun, biar kami bisa secepatnya berjualan. Padahal bulan Juli ini tahun ajaran baru, tinggal itulah harapan kami berdagang," katanya.

Sementara itu, kebakaran yang terjadi di areal Pasar Inpres Kotapinang, Senin malam, menyebabkan 130 lebih kios hangus dilahap si jago merah. Kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik yang terjadi di salah satu kios di Blok K.

"Kerugiannya belum dapat diperkirakan. Kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik dari salah satu kios di Blok K.

Totalnya lebih dari 120 kios yang terbakar," kata Kabid Pemadam Kebakaran pada Dinas Satpol PP-Linmas Pemkab Labusel, Ismail.

Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Pemkab Labusel, Zulkarnain Dasopang yang ditemui di lokasi kebakaran mengatakan, mereka masih mencarikan solusi agar pedagang tidak kehilangan usahanya pasca kebakaran. Menurutnya, untuk membangun seluruh kios dalam waktu dekat ini sangat tidak memungkinkan, karena anggarannya tidak tersedia.

"Tadi ada opsi dari sejumlah pedagang untuk membangun sendiri kios mereka. Itu salah satu alternatifnya, tapi masih akan dibahas," katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Labusel dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Hasir saat meninjau lokasi kebakaran mengatakan, Pemkab harus memiliki solusi konkret untuk mencegah terjadinya kebakaran besar di kawasan Pasar Inpres Kotapinang. Sebab kata dia, peristiwa yang terjadi, pada Senin malam, merupakan ketiga kalinya.

"Tahun 1994 lokasi ini sudah pernah terbakar dan seluruh kios hangus dilahap si jago merah. Pada 2010 lalu, kebakaran kembali terjadi, meskipun yang terbakar hanya kawasan pasar bagian depan. Ini harus ada solusinya," katanya.

Disebutkan, Pemkab harus menyediakan sedikitnya enam unit fire hydrant di lokasi Pasar Inpres Kotapinang. Selain itu kata dia, harus ada jalur khusus pemadam kebakaran, sehingga akses kendaraan pemadam tidak terhambat.

"Jangan seperti tadi malam dan peristiwa sebelum-sebelumnya, kendaraan pemadam sulit masuk ke lokasi, karena arealnya terlalu sempit. Atau jika tidak, segera relokasi Pasar Inpres Kotapinang ini, sehingga kebakaran tidak membahayakan ke pemukiman penduduk," katanya.

Diberitakan sebelumnya seratusan kios dan lods di Pasar Inpres Kotapinang, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel, Senin (7/6) malam sekira pukul 19.20 WIB, terbakar. Api baru dapat dipadamkan sekira tiga jam kemudian, setelah sembilan unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Labusel, Pemkab Labuhanbatu, dan Manggala Agni diterjunkan ke lokasi. (*)

Penulis
: Rudi Afandi Simbolon
Editor
: Eva R Pelawi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com