Pasca Lebaran, Wali Kota Tebingtinggi Perpanjang PPKM Hingga 31 Mei 2021

* Umar Instruksikan Sekolah Bentuk Satgas Covid-19

111 view
Foto SIB/Humala Siagian
TINJAU : Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan meninjau pelaksanaan rapid antigen terhadap camat dan lurah usai rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Gedung Balai Kota, Rabu (19/5)
Tebingtinggi (SIB)
Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Tebingtinggi hingga 31 Mei 2021. Ia juga menginstruksikan setiap sekolah untuk membentuk Satgas Covid-19.

“Saya instruksikan Dinas Pendidikan membentuk Satgas Covid-19 di setiap sekolah. Saya juga minta tidak keluarkan ijin untuk kegiatan yang mengumpulkan orang banyak,” jelas Wali Kota Umar, saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, Rabu (19/5) di Ruang Aula Balai Kota.

Menurut Wali Kota, rapat evaluasi diadakan mengingat instruksi pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang disampaikan ke pemerintah daerah terkait meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia pasca lebaran Idul Fitri 1442 H.

"Instruksi ini sifatnya penting dan mendesak. Instruksi tanggal 17 Mei 2021 dari Bapak Presiden mengatakan kita harus waspada peningkatan Covid-19 pasca lebaran Idul Fitri 1442 H , PPKM yang 17 Mei 2021 sudah habis, diperpanjang sampai 31 Mei 2021," ucap Wali Kota.

Dijelaskan Wali Kota, puncak kasus aktif per tanggal 16 Mei 2021 sebanyak 90.800 dan untuk 15 provinsi terjadi tren kenaikan cukup tajam. Khusus Sumatera Utara minggu terakhir kasus Covid -19 ada 574 orang dan ditemukan 2 kasus varian baru B.117 di Medan dan Tanjung Balai.

Umar juga menjelaskan bahwa ada permasalahan-permasalahan yang terjadi terhadap penanganan pasien Covid-19, seperti tempat isolasi yang tidak layak huni dan kurang pengawasan, termasuk dalam hal pengobatan

Untuk memperkuat arahan dan instruksinya, Wali Kota akan mengeluarkan Surat Edaran untuk meneruskan instruksi Mendagri dan Gubernur dalam hal penanganan peningkatan kasus Covid-19 di daerah.

“Saya akan keluarkan Surat Edaran, meneruskan instruksi Mendagri dan Gubernur. Tolong disampaikan ke pihak-pihak pengusaha cafe, restoran, rumah makan ataupun yang aktif berhubungan dengan masyarakat," jelas Umar.

Sementara, dalam laporan yang disampaikan Kabid P2P Dinas Kesehatan dr. Henny Sri Hatati mengenai kondisi per tanggal 18 Mei 2021, angka kematian 37 orang dari 570 orang konfirmasi positif. Pasien terkonfimasi positif sebanyak 41 orang, dengan rincian 17 orang dirawat di rumah sakit dan 24 orang rawat isolasi mandiri dengan kasus sembuh per tanggal 18 Mei 2021 sebanyak 492 orang.

Usai menggelar rapat, Wali Kota meninjau rapid antigen terhadap camat dan lurah se-Kota Tebingtinggi. (BR3/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com