Pasca Pemberitaan SIB, Mesin Pemanen Padi Berdatangan dari Luar Daerah ke Simalungun


301 view
Pasca Pemberitaan SIB, Mesin Pemanen Padi Berdatangan dari Luar Daerah ke Simalungun
Foto SIB/Revado Marpaung
Tampak alat mesin pemanen padi yang datang dari luar daerah sedang beroperasi memanen padi masyarakat di Nagori Jawa Maraja Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun, Kamis (24/9). 
Simalungun (SIB)
Setelah diberitakan Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) terkait tenaga pemanen padi minim di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Simalungun, kini alat mesin pemanen padi dari luar daerah berdatangan ke sejumlah kecamatan yang saat ini musim panen padi.

Informasi dihimpun SIB dari sejumlah warga Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Tanah Jawa dan Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun, Kamis(24/9), sejak dua hari belakangan ini sepuluhan unit alat mesin pemanen padi telah turun dan dibagi ke tiga kecamatan ini untuk memanen padi petani yang telah menguning dan telah lewat jadwal untuk panen.

“Kami sangat berterimakasih kepada Harian SIB yang telah menampung dan memberitakan keluhan para petani padi khususnya di kecamatan ini, sehingga para pemanen padi dari luar daerah telah hadir di daerah kami ini,” kata R Siallagan, J Tampubolon serta Pangulu Jawa Maraja Dirwan Samosir kepada SIB, Kamis (24/9).

Dirwan mengaku saat ini sebanyak 5 unit alat pemanen mesin padi di nagorinya sudah mulai beroperasi untuk memanen tanaman padi petani yang terlambat dipanen.

Pangulu mengatakan kalau alat mesin pemanen padi yang beroperasi di nagorinya datang dari luar daerah seperti Bamban.
Meski pemanen padi yang datang tidak manual, Dirwan mengaku masyarakat sudah kembali bersemangat karena padinya bisa dipanen meski hasilnya tidak maksimal lagi.

Kendati demikian, Pangulu mengucapkan terima kasih kepada Harian SIB yang kerap memberitakan keluhan petani di Nagorinya. "Kalau tidak karena pemberitaan SIB, mungkin para pemanen tidak akan tahu lokasinya. Apalagi mereka semua datang dari luar daerah Simalungun," ungkapnya.

Senada dikatakan para petani Siallagan dan Tampubolon berkat pemberitaan Harian SIB, para pemanen padi ini tidak akan mungkin bisa hadir disini. Apalagi mesin pemanen padi yang turun langsung berjumlah sepuluhan yang dibagi untuk tiga kecamatan ini. "Iya meskipun memanen tidak manual tetapi mesin, ini juga sudah sangat membantu", kata mereka dengan semangat.

"Mudah-mudahan ke depan, kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Dengan begitu, petani padi akan semakin bersemangat demi mempertahankan ketahanan pangan nasional sesuai program pemerintah," katanya. (S13/d)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com