Pasca Pengrusakan Rumah dan Pengancaman, 4 KK Warga Dusun Napanbellang Dairi Mengungsi


350 view
(Foto/Dok Dohar Malau)
DIRUSAK:  Rumah Jellas Malau diobrak-abrik dan kendaraan roda dua  dirusak warga, Minggu (9/5) di Dusun Napanbellang, Desa Soban, Dairi.
Sidikalang (SIB)
Sebanyak 4 kepala keluarga (KK) warga di Dusun Napanbellang Desa Soban Kecamatan Siempatnempu Dairi, terpaksa mengungsi pasca pengrusakan dua rumah di dusun itu oleh beberapa warga, Minggu (9/5) sekira pukul 21.30 WIB.

Karena ketakutan dengan berbagai ancaman dari beberapa warga, 4 KK tersebut terpaksa mengungsi yakni keluarga Jellas Malau, Kabar Malau, Husor Malau dan Hasudungan Malau. "Bapak, sama uda, bapatua tidak berani pulang ke rumah akibat adanya ancaman," kata anak Jellas Malau, Dohar Malau, Selasa (11/5) lewat telepon.

Disebutnya, empat keluarga itu masih mengungsi di rumah saudara masing- masing, karena masih takut pulang ke rumah. Katanya, peristiwa pengrusakan dua rumah milik keluarga Jellas Malau dan Husor Malau terjadi, Minggu (9/5) malam.

Peristiwa itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan nomor: STPL/B/132/V/2021/SPKT/Res Dairi/Polda Sumut, pelapor atas nama Jellas P Malau. Sementara laporan Husor Malau dengan nomor: STPL/B/133/V/2021/SPKT/Res Dairi/Polda Sumut.

Pengrusakan dua rumah itu berawal dari persoalan tanah. Disebutnya, Sabtu (9/5) MS datang ke rumah Jellas mempertanyakan terkait tanah, karena merasa tidak nyaman, Jellas menelepon polisi, agar datang ke lokasi. Persoalan malam itu selesai.

Namun, Minggu (9/5) MS datang tiba- tiba ke rumah, dimana bapa, mama dan Husor bersama istrinya sedang duduk sambil cerita. MS datang dengan melontarkan kata- kata pengancaman, kata Dohar.

"Keluar kau Jellas, biar ku bunuh kau, ini tanah oppungku," kata Dohar menirukan pernyataan MS.

Setelah itu, warga datang dengan jumlah sekitar 50 orang dan langsung melakukan pelemparan rumah dan ada dari massa mematikan meteran listrik hingga gelap. Dengan adanya ancaman itu, Jellas bersama keluarga menyelamatkan diri dari pintu belakang rumah.

Rumah Jellas dan rumah Husor dirusak warga, serta 4 unit kendaraan roda dua juga turut dirusak warga. Warga yang pro dengan Jellas juga turut menjadi korban.

Dohar lebih lanjut menuturkan, motif pengancaman dan pengrusakan rumah itu diduga dipicu perkara tanah. Dimana sebelumnya, mereka menggugat keluarga Jellas P Malau ke Pengadilan Negeri Sidikalang, namun gugatan warga tidak diterima/ (Niet Onvankelijk Verklaard/ NO) tertanggal 5 April 2021.

Dohar mengklaim bahwa tanah itu merupakan warisan dari oppungnya dan dapat dibuktikan dengan surat penyerahan dengan luas sekira 20 hektare. Di lahan itu terdapat mata air, sempat dijadikan sumber air bagi seluruh warga. Namun, sekarang sudah ditinggalkan, karena sudah ada air minum yang dibangun pemerintah.

Disebutnya, ada oknum warga yang mengelola lahan tersebut. Tetapi pihak keluarga melarang, sehingga keluarga mengambil alih lahan tersebut dan mengelolanya. Setelah itu, katanya, ada isu di masyarakat tanah itu diserahkan ke desa karena sebagai sumber air, tetapi tidak tahu siapa yang menyerahkan. (B3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com