Warga Medan Tuntungan Mengeluh

Pasien BPJS PBI Belum Sembuh Tapi Dipulangkan Pihak Rumah Sakit


119 view
(Foto: SIB/Desra Gurusinga)
TANGGAPI: Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem menanggapi keluhan masyarakat terkait warga miskin, Sabtu sore (8/5) saat menggelar sosialisasi Perda No.5 Tahun 2015 di Jalan Sakura V Kelurahan Tanjung Selamat Medan Tuntungan. 
Medan (SIB)
Masih banyak pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang mendapat perlakuan tidak layak. Pasien belum sembuh tapi sudah dipulangkan pihak rumah sakit, dan dua hari di rumah, si pasien meninggal.

Hal itu dikeluhkan warga Medan Tuntungan, D Gurusinga saat mengikuti Sosialisasi Perda No.5 Tahun 2021 yang digelar Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem, Sabtu sore (8/5) di Jalan Sakura V Kelurahan Tanjung Selamat Medan Tuntungan yang dihadiri ratusan warga.

“Bagaimana sebenarnya pelayanan terhadap pasien BPJS PBI, apakah boleh dipulangkan walaupun belum sembuh. Lalu disarankan datang kembali beberapa hari kemudian, apabila penyakitnya bertambah parah,” tanya Gurusinga lagi seraya menyebutkan, peristiwa itu terjadi terhadap tetangganya yang saat ini sudah meninggal.

Selain itu, warga Simalingkar B itu mempertanyakan masalah pendataan warga miskin. Banyak warga yang tidak didatangi petugas untuk didata. “Bagaimana warga menyikapinya. Kemana warga mengadu, apakah ke kelurahan atau ke Dinsos,” tanyanya.

Warga lain, Manurung mempertanyakan bagaimana cara mengubah BPJS dirinya yang dulunya dibayar perusahaan. Namun setelah berhenti, bagaimana mengubahnya menjadi PBI.

Menjawab itu, Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem menyebutkan, dalam waktu dekat, Pemko Medan akan menggratiskan BPJS kelas 3 untuk seluruh warga Medan. Untuk warga miskin, pemerintah juga membuat program bedah rumah, namun di tahun 2020-2021 tidak direalisasikan karena pandemi Covid-19.

Pada tahun 2021, pemerintah menggarkan Rp2,5 triliun lebih untuk biaya penanggulangan kemiskinan masyarakat di Kota Medan. Kepada warga yang belum terdaftar sebagai warga miskin bisa melapor ke Kepling atau kelurahan dan Dinsos agar didata.

Perwakilan BPJS, Dedy dalam kesempatan itu mengatakan peralihan menjadi BPJS PBI bisa dilakukan namun memiliki sejumlah syarat. Terkait pemulangan pasien BPJS PBI, itu berdasarkan diagnosa dokter. “Apabila dinyatakan sembuh, maka pasien bisa dipulangkan. Namun BPJS tidak pernah menganjurkan agar pasien dipulangkan walaupun belum sembuh,” ujarnya.

Terkait pendataan warga miskin, Perwakilan Dinsos Pardede mengatakan, tidak semua bisa didata petugas. Namun apabila ada warga yang merasa kurang mampu dan layak masuk ke dalam data miskin, dipersilakan mendatangi kepling, lurah atau Dinsos. (A12/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com