Pasien Isoman Covid-19 Terkesan Ditelantarkan, Termasuk di Daerah Sumut


360 view
Pasien Isoman Covid-19 Terkesan  Ditelantarkan, Termasuk di Daerah Sumut
Istimewa
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang
Jakarta (harianSIB.com)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang menilai para Kepala Daerah, termasuk di daerah Sumatera Utara (Sumut) masih belum optimal melaksanakan tugasnya bahkan seakan kurang empati kepada para pasien isolasi mandiri (Isoman) Covid-19, sehingga terkesan seperti diterlantarkan tanpa pengawasan.

"Banyak pemerintah daerah khususnya di Sumatera Utara (Sumut), seperti tidak ada rasa empatinya kepada pasien yang terkonfirmasi Covid-19 terlebih yang menjalani isoman," ujar Junimart Girsang dalam siaran persnya kepada wartawan termasuk Jurnalis Koran SIB Jamida P Habeahan, Minggu (25/7/2021) di Jakarta.

Komentar ini disampaikan, menanggapi video viral yang memperlihatkan seorang warga berinisial SS pasien Isoman Covid-19 di Desa Pardomuan Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba yang diduga dianiaya sejumlah warga dengan menggunakan kayu.

"Kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi apabila Kasatgas Covid-19 Kabupaten Toba dan perangkatnya menjalankan perintah Presiden dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), tentang penanganan Covid-19 dan penerapan cara penanganan masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19," kata Junimart Girsang sambil menambahkan berdasarkan informasi yang beredar, SS diketahui merupakan pasien isoman Covid-19, setelah sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 usai pemeriksaan Swab Antigen di salah satu klinik kesehatan.

Usai pemeriksaan, SS terpaksa harus menjalani isoman di sebuah gubuk tanpa penerangan dan listrik, serta tanpa pendampingan dari pihak berwenang yakni Satgas Covid-19. Atas kondisi itu, SS akhirnya meninggalkan tempat isolasi mandiri dan kembali ke rumahnya di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen.

SS diduga sempat mengalami depresi atas penyakit yang dideritanya. Bahkan diduga sengaja meludahi tangannya dan ingin menyentuh warga setempat dengan maksud menyebar virus. Melihat aksinya, warga setempat marah dan memukulnya dengan kayu sebagaimana yang terlihat pada rekaman video viral.

"Aparat penegak hukum harus segera turun menyikapi aksi kelompok ini, terlepas dari benar tidaknya perilaku SS. Supaya tidak menjadi preseden buruk, dan ini jelas-jelas perbuatan kejahatan yang tidak bisa ditolerir," tukas Junimart.
Politisi dari Dapil Sumut 3 ini juga meminta agar Bupati Kabupaten Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, selaku Kasatgas Covid-19 Dairi, supaya melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Sebab, dirinya menerima laporan dari masyarakat, bahwa seorang pegawai tenaga harian lepas (THL) kantor DPRD Kabupaten Dairi, pada Rabu 21 Juli 2021 juga terkesan diperlakukan seperti diterlantarkan.

Setelah pegawai THL itu dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani pemeriksaan Swab Antigen, tidak ada pendampingan dan upaya tindak lanjut, karena pasien langsung dipersilahkan untuk menjalani isoman. Politisi PDI-Perjuangan yang kerap dijuluki si-Banteng dari Dairi itu berharap Pemerintah Pusat perlu membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi pelaksanaan perintah Presiden dan Mendagri di setiap Kabupaten/ Kota. Tujuannya, selain untuk pencegahan, penularan Covid19, juga terkait pengawasan penggunaan anggaran penanganan Pandemi Covid-19. (*)

Editor
: Robert/bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com