Sosialisasikan Perda Kepling

Paul Simanjuntak Ingatkan Lurah, Calon Keping Harus Mendapat Dukungan Masyarakat


208 view
Paul Simanjuntak Ingatkan Lurah, Calon Keping Harus Mendapat Dukungan Masyarakat
Foto SIB/Dok Komisi IV DPRD Medan
SOSPER: Ketua Komisi IV DPRD Medan Pau MA SImanjuntak ketika melaksanakan Sosialisasi Perda (Sosper), Minggu (24/10) di Jalan Maplindo, Kecamatan Medan Perjuangan.
Medan (SIB)
Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul MA Simanjuntak SH mengatakan, pengangkatan kepala lingkungan (Kepling) yang baru harus didukung masyarakat sebagaimana diatur dalam peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2017 tentang pedoman pembentukan lingkungan, pengangkatan dan pemberhentian Kepling. Bahkan Wali Kota Medan Bobby Nasution sudah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai petunjuk teknis Perda tersebut supaya dilaksanakan camat dan lurah.

Penegasan itu disampaikan Paul di hadapan masyarakat ketika melaksanakan Sosialisasi Perda tersebut (Perda No 17 Tahun 2017), Minggu (24/10) di Jalan Maplindo, Kecamatan Medan Perjuangan. Dia mengemukakan, pada BAB VII Perda, pasal 15 ayat 1 disebutkan bahwa calon Kepling diusulkan oleh lurah kepada camat dengan memperhatikan saran atau pendapat yang berkembang di masyarakat.

“Pada ayat 2 disebutkan, pengusulan calon Kepling paling banyak 3 orang. Di ayat 3 ditegaskannya lagi, setelah menerima usulan Kepling, camat wajib melakukan penelitian dan verifikasi usulan calon Kepling tersebut. Setelah itu, barulah camat menerbitkan SK Kepling dengan tembusan kepada wali kota. Artinya, lurah harus mempertimbangkan usulan dari masyarakat, karena warga lah paling tahu siapa yang pantas menjadi Kepling mereka,” terang Paul.

Selain itu, persyaratan tempat tinggal menurut politisi PDI Perjuangan ini harus menjadi perhatian lurah dan camat dalam menetapkan Kepling. Sebagaimana pada BAB VI tentang persyaratan calon Kepling, di ayat 2 butir e disebutkan, calon Kepling harus penduduk setempat yang terdaftar paling kurang 2 tahun terakhir terhitung sebelum diterimanya berkas pencalonan Kepling oleh lurah yang dibuktikan dengan KK dan KTP.

Hadir dalam Sosper tersebut, Junaidi Lumban Gaol perwakilan dan Kabag Tapem Pemko Medan, Larah Tegal Rejo Dedy Armansyah dan Saut Samosir mewakili Camat Medan Perjuangan. Bahkan Lurah Dedy Armansyah menegaskan lagi, jika calon Kepling lebih dari 1 orang (2-3 orang) setelah dilakukan verifikasi berkas, lurah harus melakukan fit and proper test. Setelah menilai siapa yang terbaik, barulah lurah mengusulkan salah satu nama kepada camat untuk diterbitkan SK-nya.

Namun lurah mengingatkan bahwa menjadi Kepling itu tidak enak, selain gajinya kecil (berdasarkan UMK), kerjaannya sangat banyak, jamnya tidak terbatas. Tidak jarang Kepling harus pulang tengah malam untuk mengurusi lingkungannya, terlebih lagi kalau banjir. “Terlebih wali kota sangat rajin keliling memantau seluruh wilayah Kota Medan, jika tiba-tiba wali kota sidak, Kepling harus hadir,” terangnya.

Paul Simanjuntak mengingatkan kepada Kepling agar serius memperhatikan masyarakat di lingkungannya. Apa-apa kebutuhan warga terlebih bantuan pemerintah kepada warga kurang mampu, supaya dilakukan pendataan yang jujur. “Jangan hanya orang tertentu mendapat bantuan pemerintah sedangkan yang benar-benar layak mendapatkan tidak pernah terdata Keping,” tegasnya. (A8/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com