Pedagang Kuliner Malam di Pajak Kedan Kibarkan Bendera Putih


165 view
Pedagang Kuliner Malam di Pajak Kedan Kibarkan Bendera Putih
Foto SIB/Roy Damanik
KIBARKAN BENDERA : Para pedagang kuliner di Pajak Kedan Komplek MMTC Jalan Pancing/William Iskandar Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang mengibarkan bendera putih, Sabtu (24/7).
Deliserdang (SIB)
Para pedagang kuliner yang berjualan malam hari di Pajak Kedan Komplek MMTC Jalan Pancing/William Iskandar Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang mengibarkan bendera putih, Sabtu (24/7) siang.

Aksi itu dilakukan pedagang sebagai tanda jika mereka telah menyerah dengan situasi akibat aturan pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19.

Salah seorang pedagang dari Forum Pekerja Kuliner Malam di Pajak Kedan, Andi C Simanjuntak saat diwawancarai wartawan di lokasi mengatakan dia bersama pedagang lainnya mengangkat bendera putih sebagai tanda menyerah kepada keadaan saat ini. Namun diakuinya aksi ini bukan untuk melawan pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19.

"Kami para pedagang yang biasanya membuka usaha kuliner di malam hari harus tutup secara total. Pasalnya saat ini pemerintah membatasi jam operasional hingga pukul 20.00 WIB saja, serta larangan makan di tempat," ungkapnya.

Kami (pedagang) ini sambungnya, mencari uang hari ini untuk di makan hari ini. Bukan dicari hari ini untuk ditabung dan berfoya-foya. Pedagang adalah rakyat yang taat kepada peraturan. Tapi peraturan tidak memihak kepada pedagang.

"Peraturan tidak boleh makan di tempat. Dikeluarkan peraturan hanya boleh berjualan sampai pukul 20.00 WIB. Hal seperti itu membuat kami sangat sedih,” katanya.

Lanjut Andi, peraturan yang ada itu membuat para pedagang tidak sanggup membayar uang sekolah, listrik dan tagihan-tagihan yang lain. Bahkan pedagang harus berutang kesana-sini agar kehidupan bisa berjalan. Sebelumnya di masa new normal yang memperbolehkan berjualan dengan jumlah pengunjung hanya 50 persen.

"Para pedagang kesulitan untuk bertahan. Akan tetapi di masa PPKM Darurat kini para pedagang harus berhenti total. Kami tidak meminta apa-apa dari pemerintah, kami hanya meminta perhatian dari pemerintah. Kami hanya minta kalau boleh tetaplah kami berdagang. Tolong pak, kami sudah menyerah, buatlah peraturan," pintanya mengakhiri. (A14/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com