Pegawai BPBD Karo Dilatih Gunakan Medsos untuk Komunikasi Bencana


101 view
Pegawai BPBD Karo Dilatih Gunakan Medsos untuk Komunikasi Bencana
Foto SIB/Marlinto Sihotang
Associate Profesor Dr Puji Lestari SIP MSi dan Dr Eko Teguh Paripurno MT MSi dari UPN Veteran Yogyakarta melatih pegawai BPBD Karo menggunakan Medsos sebagai komunikasi bencana, Jumat (11/6) di Kantor BPBD Karo.
Kabanjahe (SIB)
Puluhan pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo mendapat pelatihan menggunakan media sosial sebagai alat untuk komunikasi bencana, Jumat (11/6) di Kantor BPBD Karo.

Pelatihan diprakarsai oleh Associate Professor Dr Puji Lestari SIP MSi dari UPN Veteran Yogyakarta yang telah bekerja sama dengan BPBD Karo melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) evaluasi komunikasi bencana melalui media sosial. FGD ini tindak lanjut kerja sama UPN Veteran Yogyakarta dengan BPBD Karo dalam meningkatkan penanganan bencana yang berkelanjutan dan terpadu di Kabupaten Karo.

Pembicara pada kegiatan dihadirkan dari UPN Veteran Yogyakarta, dipandu oleh Associate Professor Dr Eko Teguh Paripurno MT MSi dan Associate Professor Dr Puji Lestari SIP MSi yang juga merupakan dosen jurusan Ilmu Komunikasi dan Magister Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta serta ketua peneliti hibah Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) DRPM tahun 2021.

Puji menyebut, kegiatan ini merupakan pelatihan pembuatan sistem informasi dan komunikasi pengelolaan bencana di Kabupaten Karo, menindaklanjuti FGD sebelumnya yang disambut baik Bupati Karo, Cory S Sebayang. "Di masa era digital ini, keberadaan sistem informasi bencana sangat diperlukan untuk mengurangi resiko bencana dan perlu dikomunikasikan kepada seluruh warga Kabupaten Karo salah satunya melalui media sosial sehingga korban jiwa bencana dapat diminimalisir," katanya.

Namun, setelah diteliti dan dievaluasi, terkait media sosial yang sering digunakan BPBD selama ini masih hanya menggunakan WA grup yang pesertanya terbatas. "Sementara aplikasi Facebook pernah digunakan dan sudah tidak aktif sejak tahun 2017, Instagram tidak aktif sejak awal tahun 2020," katanya.

Padahal, hasil surveinya di masyarakat Karo, terdapat 55,8% responden mengenal media sosial yang pada umumnya sangat percaya dengan informasi yang diunggah melalui media sosial BPBD Karo sebagai media komunikasi bencana. "Sebenarnya inilah bukti bahwa media sosial dapat digunakan untuk komunikasi antar dan dengan pemerintah juga. Penggunaan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk penyampaian informasi terbaru terkait bencana di daerah, pendistribusian bantuan bencana, dan penyampaian kebijakan, program kerja dan strategi pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana," kata pembicara.

Ia beranggapan bahwa media sosial efektif digunakan sebagai media untuk menggerakkan dan menggalang kepedulian sosial kepada yang membutuhkan bantuan.

Menanggapi itu, Kalak BPBD Karo Juspri Nadeak mengapresiasi dan menyambut gembira kegiatan yang dilaksanakan oleh UPN Veteran Yogyakarta terhadap para pegawai di BPBD Kabupaten Karo. Katanya, nantinya, pihaknya BPBD Kabupaten Karo akan menginventarisasi setiap informasi terkait bencana yang akan dipublikasikan di media sosial sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

Sesi pelatihan pun ditutup dengan kesepakatan dari BPBD Karo menyatakan kesanggupan untuk mengaktifkan media sosial BPBD Karo untuk komunikasi bencana. (B1/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com