Pegiat Budaya Minta Pemerintah Kaji Ulang Agar Jembatan Timbang Dibuka Kembali

* Komisi D akan Konsultasi ke Kemenhub

370 view
Pegiat Budaya Minta Pemerintah Kaji Ulang Agar Jembatan Timbang Dibuka Kembali
Foto SIB/Revado Marpaung
OVER TONASE: Salah satu truk over tonase sedang melintas di Jalan Kabupaten jurusan Simarimbun-Sidamanik persisnya di Nagori Siborna Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, Minggu (29/11).
Simalungun (SIB)
Pasca jembatan timbang ditutup sejak tahun 2017 silam, truk over tonase bebas berkeliaran baik melintas di jalan Kabupaten, Provinsi maupun Negara. Sehingga dikhawatirkan merusak ketahanan badan jalan. Bahkan mengancam keselamatan pengendara di jalanan.

Karena itu, Pegiat Budaya Dian Manik meminta Pemerintah mengkaji ulang agar jembatan timbang dibuka kembali, untuk mengantisipasi truk over tonase bebas berkeliaran di jalan raya. Namun Dinas Perhubungan harus serius membatasi muatan truk sesuai dengan kapasitas jalan. "Jangan pula nanti setelah jembatan timbang dibuka kembali jadi ajang pemanfaatan," kata Dian kepada SIB, Minggu (29/11) di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun.

Dian menilai, saat ini tidak ada lagi batasan pemilik armada untuk menjaga bagaimana agar fasilitas jalan terpelihara. Bahkan kesannya memaksakan muatan. Sehingga tidak sebanding tonase dengan kapasitas jalan.

Hal inilah yang membuat kultur tanah digoyang terus. "Apalagi dibeberapa tempat kondisi tanahnya labil. Jadi kalau ada tonase yang cukup besar melintasinya, tekstur tanah akan bergerak. Sehingga inilah yang memicu jalan rusak bahkan amblas. Akibatnya berdampak buruk kepada masyarakat, kata Dian.

Tak hanya itu saja, seperti kita ketahui baru baru ini terjadi, truk tronton yang melebihi kapasitas sudah dua kali mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan banyak korban jiwa, tepatnya di jalan lintas Siantar-Simalungun.

Oleh karena itu, Dian meminta agar pemerintah bisa benar-benar mengkaji ulang agar jembatan timbang kembali dibuka, untuk menindak tegas para truk over tonase, ungkapnya.

Sementara berdasarkan pengamatan SIB di lapangan, saat ini banyak jalan rusak dan amblas bahkan putus total di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun akibat truk over tonase bebas melintas, seperti di jalan Provinsi jurusan Siantar-Simalungun tepatnya di Jalan Asahan Nagori Dolok Marlawan jalan rusak, jalan Provinsi jurusan Siantar-Mandogei ada beberapa titik jalan yang telah amblas seperti di Maningkring, Pondok 8, Jawa Tongah, Hatonduhan dan yang putus total di Tanah Jawa.

Kemudian jalan Provinsi jurusan Siantar-Saribudolok mulai dari Simpang Panei-Panei Tongah hingga Sigodang Barat kondisi jalan rusak parah.

Disamping itu, jalan Kabupaten jurusan Simarimbun-Sidamanik tepatnya di Tigabolon Pakkalan Buntu serta di Sarimatondang terancam amblas, serta jalan Negara jurusan Siantar-Parapat persisnya di Tiga balata dan Tiga Dolok longsor.

Terpisah, anggota DPRD Sumatera Utara Komisi D Rony Reynaldo Situmorang ketika dimintai keterangan terkait pengaruh jembatan timbang ditutup terhadap kerusakan jalan, Rony mengaku besar dugaan kerusakan jalan karena salah satu faktor penyebabnya dipengaruhi oleh truk over tonase. Sehingga dalam waktu dekat, Komisi D akan mengkonsultasikan ini ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia, ungkapnya. (S13/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com